HanieAgung
  • Home
  • About Me
  • Contact Me
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


Festival Ibu Penggerak Sidina Community hadir kembali. Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk 2023 ini aku ikut terlibat sebagai panitia. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 September 2023 ini mengambil tema : Berproses Menjadi Wanita Sehat, Cerdas dan Berdaya dengan Semangat Merdeka Belajar. 



Pukul 06:00 wib aku dan beberapa teman panitia termasuk Founder Sidina Community yaitu Ibu Susi Sukaesih, berangkat menuju Gedung D Kemdikbud Ristek RI di Senayan. Kami bertujuh berangkat dengan menggunakan moda transportasi taxi Blue Bird. Wuih bangga dong karena Blue Bird menjadi partner transportasi resmi Festival Ibu Penggerak 2023. 



Festival Ibu Penggerak Sidina Community 2023

Sesampainya di Gedung D Kemdikbud Ristek RI, taksi berhenti dan driver membantu menurunkan tas kami. Terimakasih Pak 😊.

Menuju lantai dua Gedung D yaitu aula auditorium yang menjadi tempat diselenggarakannya acara Festival Ibu Penggerak 2023 kami segera mengambil posisi masing-masing sesuai jobdesk. Aku menuju meja regristasi mempersiapkan absen, snack, air mineral, bolpoin dan kertas supaya memudahkan saat para peserta hadir. Satu per satu ibu-ibu hadir dengan senyum sumringah dan mulai regristasi kemudian masuk ke Ruang Auditorium. 

Pukul 08:30 terdengar pemutaran video Sidina Community dan Video Count Down Opening yang menandai dimulainya acara Festival Ibu Penggerak 2023. MC cantik Sri Rahayu memulai acara dengan mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama. kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Susi Sukaesih, Founder Sidina Community, mengenai tiga tahun Sidina community dan impact bagi para ibu, keluarga dan masyarakat.



Acara dilanjutkan dengan pemutaran video tapping oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim B.A., M.B.A. MendikbudRistek yang mengapresiasi adanya Ibu Penggerak yang sangat membantu dalam memasyarakatkan program dan kebijakan KemdikbudRistek. Setelah itu Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri kesehatan RI mengutarakan mengenai peran komunitas dalam mewujudkan keluarga yang sehat.

Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si yang lebih dikenal dengan nama Ibu Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dalam videonya mengambil tema : Gerakan Ibu Penggerak dalam Pemberdayaan Perempuan. Ternyata Ibu penggerak pun merupakan upaya membedayakan perempuan di Indonesia. Dilanjutkan video tapping oleh Bapak Anang Ristanto, S.E, M.A, Kepala BKHM, menjelaskan tentang betapa pentingnya peran komunitas orang tua dalam Merdeka Belajar. Selanjutnya Apresiasi dari Founder Jabar Bergerak yaitu Ibu Dr. Hj. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom yang lebih akrab disapa Ibu Cinta. Beliau sangat mengapresiasi dengan adanya Ibu Penggerak ini. Para peserta yang merupakan Ibu-Ibu Penggerak Sidina Community semakin bangga dengan tergabungnya mereka ke dalam Ibu Penggerak yang bergerak bersama untuk Pendidikan Indonesia yang lebih maju.

Pemaparan Materi FIP 



Untuk Festival Ibu Penggerak yang kedua kalinya diadakan ini memang istimewa selain jumlah peserta lebih banyak dari tahun lalu yaitu 300 peserta  yang terdiri dari member Sidina Community, Community partner, Sponsor dan media partner, juga narasumber yang lebih banyak dan kompeten dibidangnya. Adapun Pemateri atau Narasumber tersebut adalah :

1. Bapak Drs. Zulfikri Anas, M.Ed., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemdikbudristek, yang memaparkan materi dengan judul : Makna Merdeka Belajar di Rumah. Beliau menyampaikan materi dengan santai tapi sangat mengena ke ibu - ibu yang merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya dan yang membersamai dan mendidik ananda.

2. Ibu Bandoro Chariesta, MX B2B Key Account Manager : Goverment dan BUMN, beliau menjelaskan kepada peserta FIP dengan ramah mengenai Ibu Berdaya di Era Pendidikan Digital. Jadi makin paham bahwa kita sebagai ibu pun dapat berdaya lho di era digital saat ini.

3. Ibu Ainun Chomsun, Tim Staff Khusus Mendikbudristek bidang Komunikasi, turut menjelaskan mengenai apa saja sih peran komunitas orang tua dalam Merdeka Belajar. Jadi bukan hanya sekolah, tenaga pendidik dan siswa saja yang berperan.

4. Vini S dan Luthfi Ibrahim dari PINGU'S English turut memberikan edukasi kepada peserta Festival Ibu Penggerak bahwa ibu ibu juga dapat menjadi ibu yang cerdas di era globalisasi ini jadi jangan hanya beranggapan bahwa ibu hanya di rumah dianggap tidak cerdas.

5. Vena Annisa, public speaker, memberikan materi yang bagus buat ibu - ibu yang biasanya grogi saat berbicara di depan umum maka tema : Seni Berbicara di Depan Umum beserta tips nya menjadi materi yang minta penambahan waktu hehe.

6. Ibu Rusprita Putri Utami, Kepala Puspeka Kemdikbudristek, mengutarakan apa saja peran Puspeka dalam pendidikan keluarga. Penguatan karakter juga sebaiknya ditanamkan dari keluarga.

Talkshow

Seperti FIP yang pertama dimana talkshow menjadi acara yang ditunggu oleh peserta, maka tahun ini pun ada dua sesi talkshow, yaitu :

1. Gerakan Ibu Penggerak dalam Merdeka Belajar dan Launching Buku "Berproses Menjadi Wanita Cerdas" dimoderatori oleh Nurhadijah Putri yang menemani dua narasumber cantik yaitu Isthi Budi Setiawati (co-founder Sidina Community) dan Virginia Velin (wakil kornas Sidina Community). Saat launching buku, moderator juga meminta perwakilan para penulis yang ikut berkontribusi dalam penulisan buku yaitu Agung Handayani, Yuliantini Yuwono, Bhekti Setya Ningrum.

2. Berproses Menjadi Wanita Sehat, Cerdas dan Berdaya dalam Kerangka Merdeka Belajar, dimoderatori oleh Bhekti Setya Ningrum yang menemani berbincang tiga narasumber yaitu : Suci Hendrina (Head of CSR and Corporate Communication), Sarah Aspih (Marketing Manager Lumileds Phillips Automatic), Leny Vinisah ( Fasilitator Ibu Penggerak). Mereka berbincang mengenai pengalaman dan bagaimana untuk berproses menjadi wanita yang sehat, cerdas juga berdaya.

Hiburan dan Kuis Ranking 1 

Salah satu fasilitator ibu penggerak yang bernama Qatrinnadya ternyata mempunyai bakat untuk stand up comedy dan pernah ikut dalam lomba stand up di sebuah tv swasta tanah air. Ternyata memang beliau berbakat dan berhasil memecah ruangan dengan tawa dan tepuk tangan para peserta yang melihat aksinya. 

Kuis Ranking 1 menjadi acara yang ditunggu oleh para peserta karena hadiahnya adalah 1 buah Chrome Book dari Samsung. Namun sayangnya hasil akhir dari kuis ini adalah seri sehingga diputuskan untuk hadiah tersebut dilakukan secara pengundian melalui aplikasi dengan menginput nomer absen peserta.

Mardiah Syahidah lah yang akhirnya membawa pulang hadiah keren tersebut. Tapi kehebohan masihlah terjadi karena pembagian doorprize dan pemberian apresiasi kepada peserta yang sangat antusias hadir di Gedung D kemdikbudristek RI. 

Acara ditutup dengan foto bersama dan juga pembagian Goodie Bag. Alhamdulillah para peserta puas dan bahagia. Terimakasih teman-teman Sidina Community.

Taksi Bluebird



FIP tahun ini juga menjadi berbeda dengan digandengnya Blue Bird Grup menjadi partner transportasi resmi Festival Ibu Penggerak. Taksi yang sejak tahun 1972 mulai beroperasi di ibukota dan bertahan sampai saat ini karena selalu berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Saat hendak pulang kumulai memesan taksi blue bird melalui aplikasi mybluebird. Alhamdulillah taksi yang kupesan pun tiba. ternyata cepet ya .. hal ini karena taksi ini selalu mangkal di tempat yang strategis dan cepat dalam pelayanan. Armada yang banyak sehingga memudahkan para penumpang untuk memanggil saat taksi melintas di jalan raya.

Driver yang ramah, mobil yang lega dan nyaman menyambutku ketika kubuka pintu taksi. Mobilpun berjalan membelah jalanan ibukota yang mulai padat. 

Sistem pembayaranpun juga memudahkan para penumpang. Selain tunai, juga bisa melalui Qris, Gopay dan menerima voucher taksi yang diterbitkan oleh Blue Bird. Wah semakin memanjakan para penumpang nih.

Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat. Terimakasih Blue Bird. Terimakasih Festival Ibu Penggerak.

Mpls.di SDN Srengseng Sawah 07 Lenteng Agung Jagakarsa Jakarta Selatan 

Bulan Juli tepatnya tanggal 12 merupakan tonggak bersejarah buat anakku karena memasuki jenjang sekolah dasar.  Awalnya aku gundah bagaimana nanti dia saat transisi dari TK ke SD. Ternyata kegundahanku tidak.terjadi. Di sekolah untuk murid baru selama 10 hari diadakan MPLS yaitu masa pengenalan lingkungan sekolah. Anak - anak menggunakan baju seragam TK atau baju yang bebas asalkan sopan ( jika tidak TK ). 

Kulihat anak-anak begitu ceria, bahagia dan mengikuti kegiatan dengan antusias.  Setiap hari kegiatan MPLS ada temanya saat anak anak berbaris dan berkumpul di lapangan. 

Adapun temanya yaitu pengenalan guru wali kelas, kepala sekolah, para guru, ruang kelas, ruang guru, toilet, perpustakaan dan tempat olahraga serta rptra (yang masih dalam satu lingkungan dengan sekolah), kebersihan kelas dan sekolah, keberanian siswa untuk berbicara depan teman-temannya. Sedangkan saat di ruang kelas, anak-anak makan bersama kemudian bernyanyi dan bercerita.  

Setelah masa pengenalan lingkungan sekolah berakhir kuperhatikan anak - anak makin bersemangat untuk sekolah dengan memakai seragam sekolah dasar. Begitupun anakku. 

MENUJU MASUK SD PUN MENYENANGKAN

Pendidikan adalah hak seluruh warga negara Indonesia. Tidak boleh ada hal apa pun yang menyekat masyarakat Indonesia mendapatkan pendidikan. Begitulah amanat UUD 1945.

Terutama generasi penerus bangsa, dirasa amat penting memperoleh pengajaran sejak usia dini –khususnya mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD). Bekal ilmu pengetahuan yang diterima sejak SD akan menentukan keberlangsungan masa depan Indonesia.

Itulah mengapa keputusan Kemendikbudristek mencabut syarat seorang anak yang akan masuk SD sudah mahir dan mampu menguasai baca tulis berhitung (calistung) merupakan langkah tepat.

Seperti tadi telah dikemukakan: berpegang pada amanat konstitusi UUD 1945 bahwa semua masyarakat Indonesia berhak belajar. Dengan begitu anak-anak pun yang merupakan tulang punggung masa depan Indonesia juga berhak memperoleh pengajaran tanpa halangan.

Begini, anak-anak yang berusia dini tentu masih terbatas penguasaan calistung dikuasainya. Jenjang usia mereka adalah masa-masa untuk menikmati suasana permainan bahagia.

Justru anak-anak usia dini yang akan melanjutkan pendidikan ke level lebih tinggi yaitu SD ingin menambah pengetahuannya. Dari yang tidak paham atau mengerti calistung menjadi cerdas pandai.

Mereka –anak usia dini—memutuskan menempuh pendidikan selanjutnya ke SD sebab lebih ingin mengerti calistung dari yang tidak dikuasainya selama ini. Dalam tingkat satuan SD itulah mereka ditempa menguasai calistung.

Jadi aneh ketika anak yang niatannya ingin lebih pandai makanya ia masuk SD, namun dihalangi syarat-syarat tertentu yang membuatnya gagal bersekolah di jenjang lebih tinggi.

Kemendikbudristek telah melakukan kebijakan yang tepat melarang berbagai syarat yang menghalangi seorang anak usia dini untuk masuk SD. Keputusan yang patut diapresiasi.

Yang juga perlu diperhatikan adalah skema dalam memberikan pengajaran calistung kepada anak-anak usia dini yang baru menempuh jenjang pendidikan SD.  Perlu dibedakan antara mendidik kepada kelompok pelajar yang memang telah matang dan belum.

Dengan begitu maka perlu dikombinasi antara cara mendidik anak usia dini yang baru saja menempuh pendidikan di satuan SD secara menyenangkan namun tetap edukatif.

Hal inilah pula yang ditekankan Kemendikbudristek. Jangan sampai masa-masa membahagiakan anak usia dini hilang karena tuntutan mereka harus segera menguasai materi pelajaran –khususnya calistung.

Upaya Kemendikbudristek dapat disimak sebagai metode untuk menciptakan situasi transisi yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak usia dini dari satuan pendidikan PAUD/TK ke SD.

Dengan masa transisi pendidikan menyenangkan menuju ke SD akan membuat anak-anak usia dini terpacu semangat belajarnya sebab sekolah adalah dunia bermain mereka juga.***

Banyak orang tua yang khawatir ketika menyadari anaknya belum lancar membaca, berhitung ataupun menulis saat masuk sekolah dasar tetapi kekhawatiran itu menghilang karena tidak adanya tes calistung, mpls yang membuat anak-anak semakin semangat sekolah, tidak ada pr tapi jika belum selesai bisa dikerjakan dirumah dengan orangtua hal ini bertujuan untuk melibatkan bapak dan ibu untuk membimbing anaknya.

Buku paket dari sekolah yang menggunakan kurikulum merdeka, materinya tidak memberatkan anak dan orangtua juga mudah membimbing anaknya.

Sekolah Dasar yang menyenangkan membuat anak - anak yang masih masa transisi dari paud/TK ke SD merasa senang dan semangat bersekolah. (AH)
 




Sabtu, 29 Juli 2023 kulangkahkan kaki menyusuri trotoar menuju stasiun krl. Senyum terkembang melirik baju yang kukenakan. Yap ada tulisan yang menggelorakan semangat yaitu : Merdeka Belajar. 

Alhamdulillah meskipun berdiri dalam gerbong kereta tak menyurutkan langkahku untuk ke Gedung Post Bloc di Jakarta Pusat.

Stasiun Juanda yang merupakan stasiun terdekat dengan tempat acara Belajaraya 2023, menyapaku dengan keramahan penjaga yang memberikan informasi arah kemana aku harus melangkah menuju Gedung Post Bloc. Alhamdulillah disampingku ada tiga orang dara manja yang ternyata sejalan dan bersemangat menyusuri jalanan menuju Gedung tempat diselenggarakannya acara yang mengundang lebih kurang 4000 orang.

Sampai di Post Bloc kami berpisah karena berbeda tempat regristasi. Kulangkahkan kaki menuju east regristasi untuk menemui pic dari Sidina Community yaitu mba Vian dan mba Leni.

Sepanjang jalan banyak tempat yang instragamable dan cocok jadi tempat nongkrong ditambah aneka kuliner yamg memanjakan perut yang duluan konser dengan merdunya di jam 12 siang saat ini.

Gelang dan sticker



Awalnya ku di hadang oleh keamanan bagian regristasi karena belum memiliki gelang. Alhamdulillah mba Vian sudah melihat kehadiranku dan memberikan tiket tanda masuk yang dilingkarkan ke tangan menyerupai gelang dan tak lupa di beri stiker warna hijau muda sebagaj tanda all akses. Masya Allah takjub banget 😍 

Ruang Belajar dan Ruang Pameran

Banyak ruang belajar yang sudah disiapkan oleh semua murid semua guru yang menginisiasi acara ini. Banyak tempat yang sudah hampir penuh terisi oleh pengunjung yang hendak belajar ataupun melihat pameran dan menemanj putra putrinya di area anak.  

Sidina Community mendapatkan tempat untuk menjadi pembicara .



Lantai dua

Setelah puas menikmati pemandangan yang sungguh membuat mata terbuka dimana banyak orang yang peduli akan pendidikan dan haus ilmu, depan ada panggung yang sedang mempersiapkan dan panitia yang cek sound serta micropon. Kulangkahkan kaki menuju tangga samping panggung menuju lantai dua. 

Kutunjukkan gelang dan stiker kepada petugas penjaga pintu. Begitu dipersilakan masuk dan dibukakan pintu aku pun terkesima dengan suara lagu yang sangat familiar yeeeyyy RAN  ku tak bisa menahan keharuan bahwa sedekat ini nonton konser dan tidak ricuh meski pada bernyanyi dan bergerak ikuti irama musik.

Kuhampiri teman - teman dari Sidina Community yang ada di sayap kanan panggung. Kami nyanyi bareng hanyut dalam keseruan.

Kemudian talkshow tapi aku mundur sejenak karena belum menunajkan sholat Dhuhur. Ketika melihat ke lantai 1 panjang antrian pengunjung yang hendak masuk ke lantai 2 tak menyurutkan langkahku untuk turun menuju masjid di samping gedung.

Setelah kutunaikan empat rakaat kubertemu dengan teman tenan sidina community yang juga hendak masuk ke lantai 2 kembali. 

Ternyata untuk masuk kembali harus melalui pintu depan yang artinya ikut antrian. Alhamdulillah banget ketika menunjukkan gelang dengan stiker hijau langsung dipersilakan naik kembali. Ternyata wow penuh pengunjung yang hendak menyaksikan Tulus konser dan talkshow. 

Ketika bisa menyaksikan begitu dekat kemudian bernyanyi bersama teman teman dan Tulus masya Allah kubersyukur sekali. "Manusia manusia kuat itu kita, jiwa jiwa yang kuat itu kita"  masih terngiang dalam sanubari. 

Selesai menyaksikan Tulus, kemudian panggung di steril untuk talkshow para publik figur yang sangat peduli dengan pendidikan yaitu Bapak Prabowo, Maudi Ayunda, Bapak Anies Baswedan, Bapak Ganjar Pranowo, Vidi Aldiano, Tompi dan tentu saja Bapak Mentri kebudayaan riset dan teknologi RI yaitu Bapak Nadiem Makarim yang dipandu oleh mba Najela Shihab. 



Semua murid semua guru, sama sama belajar, sama sama bergerak untuk merdeka belajar yang berkelanjutan demi pendidikan Indonesia yang lebih maju.



Terimakasih banyak untuk Kemdikbud RI, ibu Ainun Chosum, Bapak Anang, Sidina Community, Ibu Susi Sukaesih, Ibu Isti Budi Setyawati, Viane, Leny Vinisah dan teman - teman Sidina Community 🥰



Komunikasi merupakan hal penting dalam berhubungan dengan manusia lainnya baik dewasa maupun anak-anak.

Selama empat belas tahun mengarungi rumah tangga dengan suamiku memang komunikasi kami masihlah banyak belajar.

Materi komunikasi produktif di bunda sayang ini Alhamdulillah banget sangat membantuku dalam berkomunikasi yang produktif. Pesan yang ingin kusampaikan dapat diterima dan direspon dengan baik dan tepat.

Pun berkomunikasi dengan teman, saudara, tetangga, dan juga anakku.

Berlatih selama 14 hari. Menyelami poin demi poin dalam berkomunikasi produktif membuatku menyadari diriku yang masih harus banyak mmperbaiki komunikasinya

Komunikasi dengan anak pun demikiian adanya. Tanpa ada emosi dan nada tinggi kan tercipta jika komunikasi yang diriku dan anakku berkomunikasi dengan produktif.

Semoga tetap dapat menggunakan komunikasi produktif ini baik dalan bergaul dan berkomunikasi dengan orang dewasa maupun anak-anak.

#tantanganzona2

#harike-15(refleksi)

#bundasayang8

#institutibuprofesional

#ibuprofesionaluntukindonesia

#bersinergijadiinspirasi

#ip4id2023

Hari ke - 14 Zona 2 

Di hari ini Alhamdulillah latihan komunikasi produktifku berjalan lancar tanpa ngereog dan tanpa nada tinggi

Ternyata jika poin poin di komunikasi produktif kulakukan maka komunjkasi dengan anakku akan lebih baik dan anakku juga lebih paham.

Poin yang kulatih hari ini adalah : menyampaikan pesan dengan jelas dan spesifik. 

Ternyata selama ini aku kurang spesifik saat berkomunikasi dengan anakku sehingga anakku tak dapat menagkap pesan yang kusampaikan dan akupun jadi nada tinggi.

Alhamdulillah setelah belajar komunikasi produktif inj aku dan anakku dapat berkomunikasi dengan lebih baik.

Barakallahu.. meskipun tetap harus banyak latihan fan belajar lagi. Bismillahirrahmanirrahim bisa istiqomah aamiin 🤲🏻


#tantanganzona2

#harike-14

#bundasayang8

#institutibuprofesional

#ibuprofesionaluntukindonesia

#bersinergijadiinspirasi

#ip4id2023

Hari ke - 13 Zona 2 Komunikasi Produktif

Hari ini aku mengajak anakku untuk mengungkapkan tentang kami. Yaitu bagaimana pendapat dia tentangku dalam satu kata dan bagaimana pendapatku tentangnya dalam satu kata juga.

Yap latihan komunikasi kali ini aku memilih poin Reflektif listening atau mendengarkan dengan reflektif. Aku ingin menunjukkan ke anakku bahwa aku peduli dan memperhatikan apa yang dia katakan.

Awalnya reaksiku langsung menyela tapi kemudian kubilang padanya untuk meneruskan dan menjelaskan kenapa dia bilang seperti itu.

Waktu ku bilang : Ummi
Anakku menjawab : Marah 
Aku langsung menyela : kan umj marah bukan bermaksud tidak baik (tapi aku sadar aku salah nih kan aku sedang berkomunikasi yang produktif dengan anakku) lalu apa lagi nak ?
Anakku : hp. Jadi ummi ga mau main lagi berdua.
Kupeluk dan kuminta maaf. Kemudian kujelaskan bahwa ada saat kami main dan ada saat umi bekerja di hp. Ada saat umi bekerja di dapur dan seterusnya.

Ketika menjelaskan kenapa aku marah bahwa jika umi marah itu umj diam. Kalau umi masih mengajak bicara artinya umi tidak marah tapi memberitahu mana sih batasan yang benar, mengapa belum membereskan mainan setelah selesai yang jika terinjak jadi rusak siapa yang rugi?

Anakku pun mengerti.

Kemudian ketika dia menangis karena kentang spiral nya dimakan abi nya karena dia tidur dan kentang sudah agak keras. Setelah diam kutanya ada apa. Kuterima.perasaannya dan kumendengarkan alasannya. 

Kuberikan penjelasan bahwa berbagu itu lebih baik. Umi dan abi kalau ada makanan kemudian kamu minta umi dan abi nangis tidak? Marah tidak? Karena kami sayang kamu makanya kami ikhlas memberikan makanan yang kami makan. Nah kentang itu sudah keras kamu bilang sudah tidak mau. Kalau dibuang maka berdosa. Mubadzir.

Alhamdulillah anakku memahami penjelasanku itu lah kesimpulan dari latihanku. Ternyata bisa melatih inj membuatku lebih tenang dan tidak nada tinggi hehe..

Melatih lagi buat besok supaya lebih istiqomah aamiin 🤲🏻

#tantanganzona2
#harike-13
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023
Hari ke - 12 Zona 2 
Komunikasi Produktif

Alhamdulillah hari ini tadi latihan komunikasi nya lancar baik dengan anakku maupun teman - temannya.

Yap tadi anakku sedang bermain lalu aku duduk di luar. Kesempatan untuk lebih belajar Komunikasi dengan anak anak deh. 

1. Poin komunikasi produktif yang aku latih hari ini: ganti kata tidak bisa menjadi bisa. 

Kadang saat memgatakan tidak bisa itu sangat mudah terucap. Semacam " kamu bisa ga, paham ga" padahal anak terutama laki laki cenderung menerima kata yang akhir. Duh 🙈 

Untuk itulah di latihan ini ku pilih poin ini kebetulan juga anakku sedang bermain dengan teman - temannya.

2. Partnerku berlatih komunikasi produktif hari ini : anakku dab gesn temannya 

3. Kesimpulan:
a. Apa yang sudah baik dari latihan komunikasi produktifku hari ini: Alhamdulillah saat melatih poin ini aku dan anakku dapat bekerjasama dengan baik pun dengan teman - temannya. Ketika anakku belum memahami aturan permainan maupun saat anakku belum semahir temennya dalam mengayuh sepeda. Kalimat penyemangat yang kusampaikan dengan tidak mengeluarkan kalimat sondirian ih gitu aja ga bisa. Alhamdulillah temannya juga tidak mengatakan hal tersebut.

b. Apa yang ingin aku perbaiki untuk latihan besok: melatih nya lagi supaya istiqomah.

Alhamdulillah aku bahagia hari ini karena latihan komunikasi produktifku berhasil meskipun aku masih harus lebih menata kalimat yang mudah dimengerti dan dipahami amak - anak.

#tantanganzona2
#harike-12
#bundasayang8
#institutibuprofesional
#ibuprofesionaluntukindonesia
#bersinergijadiinspirasi
#ip4id2023
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Author

Author
Pembelajar yang suka tantangan, tapi agak takut mengambil resiko. Suka bertualang, terutama dengan anak lelaki kesayangan, dan menuliskannya ke dalam tulisan. Read more about me at "About Me" on the menu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Tarawih hari Pertama
  • Mobil Balon
  • Review Buku Khadijah
  • Gebyar Karya P5 SDN Srengseng Sawah 07 Srengseng Sawah Jagakarsa
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan
  • Perjalanan Syukurku di 2021
  • Lebih Dekat dengan Kurikulum Merdeka
  • Aman dan Nyaman dengan Bluebird
  • Saldo Rindu yang Minus
  • Kabar dari Solo
Diberdayakan oleh Blogger

Laporkan Penyalahgunaan

  • Oktober 20251
  • Oktober 20241
  • Agustus 20241
  • Juli 20243
  • Juni 20242
  • November 20231
  • Oktober 20231
  • September 20231
  • Agustus 20232
  • Mei 202315
  • Maret 20231
  • Oktober 20221
  • September 20221
  • Agustus 20229
  • Juli 20222
  • Juni 20229
  • Mei 20229
  • April 20228
  • Maret 202213
  • Februari 202211
  • Januari 202219
  • Desember 20211
  • November 20218
  • Oktober 202113
  • September 202115
  • Agustus 202110
  • Juli 202113
  • Mei 202114
  • April 202127
  • Maret 202112

Trending Articles

  • Tarawih hari Pertama
  • Mobil Balon
  • Review Buku Khadijah
  • Gebyar Karya P5 SDN Srengseng Sawah 07 Srengseng Sawah Jagakarsa

Copyright © Foodicious Theme. Designed by OddThemes