HanieAgung
  • Home
  • About Me
  • Contact Me
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Saat mengikuti festival warga kampung main di bulan Desember 2021 penuh semangat, penasaran dan ingin tahu yang besar. Berjuta perasaan juga karena perangnya dua sisi hatiku saat itu.

Diumumkan di balai Ceria kalau regional Jakarta masuk ke kelompok empat jadi kuminta ibu jari kananku menekan link nomer empat. 

Setelah masuk di wag kelompok empat, dibuka dengan perkenalan. Namun setelah kukirimkan chat perkenalan, aku belum mengirimkan chat ataupun membaca informasi apapun di semua grup wag maupun bukan. 

Ibu mertuaku meninggal dunia. Kemudian pengajian 7 hari berturut-turut tidak memungkinkan bagiku bahkan hanya sekedar melongok ke wag.

Hingga suatu hari kubaca notifikasi bahwa dibentuk kepanitiaan untuk unjuk gigi menampilkan karya dipanggung festival melalui zoom. 

Aku pun memilih untuk bangkit dan mengolah kesedihan yang kurasakan dengan ikut ambil bagian dalam pembuatan karya. Kumemilih bagian menulis emagazine dan menulis artikel untuk disajikan oleh narasumber.

Meskipun aku baru gabung dan memberanikan diri mengambil peran tersebut Alhamdulillah tanggapan teman-teman sangat kooperatif, kekeluargaan, saling dukung, saling koreksi untuk menghasilkan hasil yang lebih baik tanpa melupakan bercanda.

Suasana kerja yang mencerminkan tim yang solid, tangguh, penuh semangat, penuh dedikasi dan kesungguhan. Aku benar-benar dibuat terpesona dan terkesima dengan kreativitas dan kecepatan gerak, langkah, pemikiran dan kerja warga di festwar empat. 

Semua tim saling mendukung, saling support, misalnya ada yang kesulitan langsung ada back up, langsung banyak yang mengajukan diri untuk membantu tim lain yang sekiranya belum selesai dan mempunyai kendala. Kerjasama yang Masya Allah membuat bersyukur berada di kelompok empat.

Usaha tidak menghianati hasil. Aku saya dibuat kagum dan bangga dengan hasil kerja keras kelompok empat. Kekompakan yang digaungkan oleh mba Asmaul Husna selaku pemimpin kelompok disambut dengan hasil karya.

Saat gladi bersih pun dilakukan dengan serius dan kesungguhan. Semua bertanggung jawab dengan perannya masing-masing. 

Saat tampil dipanggung pun tiba. Video pembuka yang menampilkan regional kelompok empat dengan intro yang membuat semangat berkobar. Setelah itu terbukalah gerbang zoom oleh Mba Siwi selalu host kemudian disambut dengan ucapan selamat datang kepada para hadirin oleh semua warga kelompok empat kemudian panggung seakan bergetar ketika warga asuhan mba Husna ini mengucapkan yel yel dengan penuh semangat.

Setelah itu mba Siwi menyampaikan susunan acara dan sambutan dari mba Husna pun dimulai. Masya Allah merinding dan terkesima dengan wejangan dan pantun dari pemimpin yang cantik dan mengayomi ini. 

Tiga narasumberpun akhirnya tampil dengan penuh percaya diri dan benar-benar informatif menyampaikan materinya. Full colour dan keren sekali saat slide demi slide terpampang di layar monitor.

Video mengenai pengenalan tempat wisata di beberapa daerah yang merupakan asal warga kelompok empat disajikan dengan sangat informatif tanpa menggurui serta tidak membosankan sehingga membuat betah untuk menonton hingga akhir.

Nah, saat yang ditunggu pun tiba ? Apakah itu ? Yaaap.. sesi GAMES. Memang di kelompok empat ini benar-benar tidak main-main dalam bekerja. Bahkan ketika dibutuhkan hadiah pun banyak banget yang bersedia menjadi donatur atau sponsor dengan memberikan hadiah yang tidak main-main dengan mempertimbangkan kegunaannya. Masya Allah ❤️ 

Banyak hadirin yang antusias ikut ambil bagian dari games ini. Keseruan saat menjawab pertanyaan dengan clue yang sudah ada. Kecepatan tangan pun patut diacungi jempol. 

Selesai games kemudian ada oleh-oleh yang fantastik dan super keren. Tidak lain dan tidak bukan adalah emagazine yang dihasilkan oleh warga kelompok empat. Keren dan bangga saat melihat emagazine itu disambut antusias. 

Kemudian pengumuman pemenang yang ternyata tidak hanya games lho tetapi juga peserta dengan kostum terunik maupun peserta terheboh. 

Alhamdulillah pukul 21:00 tepat video closing dan ucapan terimakasih dari semua warga empat untuk para hadirin kemudian ditutup dengan salam oleh host, mulai turunlah layar gerbang panggung yang megah dan menyisakan kekaguman yang sulit terlupakan. 

Masya Allah Alhamdulillah lagi semua donatur dengan cepat juga mengirimkan hadiah kepada para pemenang.

Jazaakumullaahu Khairan katsiro teman-teman asyik kelompok empat. Terimakasih banyak untuk ilmu dan pelajaran yang banyak sekali aku dapatkan dari kalian.

Aku bangga bergabung dan bekerjasama dengan kalian. ❤️😍🥰 

Terimakasih juga karena berkat kekompakan kita dalam berperan hingga aku mendapatkan sertifikat kelulusan dari kampung main🥰

#ResumeFeswar 4

#festivalwarga

#orientasikampungkomunitas

#balaimainceria

#ibuprofesional2021

#komunitasibuprofesional

#kampungmain3

#semestakaryauntukindonesia

#salamberprestasi

#PrestAsyik


     Rumah mainstream mempunyai program baru untuk memperbaharui program sebelumnya yaitu kelas Ibu Mainstream yang disingkat KIMS.  

     Begitu dibuka pendaftaran di batch pertama ternyata antusias para ibu untuk belajar mengenai STEAM sangat besar. Mungkin mereka mendaftar karena :
1. Penasaran
2. Ingin tahu
3. Menambah ilmu untuk menggali ide untuk bermain bersama anak.

    Bagaimana denganku ? Aku ikut kelas ini di batch 2. Kumendengar adanya pendaftaran dari teman di Jogja yang sudah lulus dari batch pertama.  

    Untuk mengikuti kelas ini memang butuh semangat dan support system' baik dari keluarga maupun teman sesama peserta KIMS. Materi disuguhkan melalui zoom. 

    Materi diantaranya : apa itu rumah mainstream, HAKI, metode ABC, dan challenge 14 hari bermain STEAM. Persyaratan yang diajukan oleh rumah mainstream bertujuan supaya ibu-ibu peserta KIMS ini konsisten dan sungguh-sungguh belajar, menerapkan ilmunya baik untuk anak maupun lingkungan.

    Memang ada beberapa peserta yang gugur karena tidak memenuhi persyaratan akan tetapi hal tersebut tidak membuat peserta lain surut nyali tetapi semakin tertantang. 

    Banyak ilmu baru yang bisa dipelajari setelah mengikuti KIMS ini apalagi begitu lulus akan masuk ke kafetaria ibu Mainstream. Semakin terasah kreativitas,berbagi ide maupun keseruan yang membuat semua warga kafetari tersuguhi hidangan yang memuaskan dahaga dan laparnya ilmu dan persahabatan. Masya Allah ❤️

Senin ada ide main yang ditawarkan oleh pic yang kemudian disambut warga dengan keriuhan berbagai pertanyaan dan keinginan untuk mencoba.

Selasa merdeka berisi tentang kegiatan untuk berbagi ilmu diluar steam

Rabu ngilmu, pic bertindak sebagai narahubung ke pengurus rumah Mainstream untuk berbagi ilmu yang berkaitan dengan steam
 
Kamis manis untuk refleksi dari para ibu mainstream

Jumat erat diisi dengan saling mengetahui antar anggota dan silaturahim

Sabtu playdate nah inilah yang ditunggu karena mau online maupun offline anak-anak akan suka dengan acara ini. 

Untuk kims ini juga sudah ada Instagram tersendiri lho yaitu @komunitasibumainstream.

Jadi jangan ragu untuk ikutan Kelas ibu Mainstream banyak ilmu, pertemanan, kreatif, dan bertabur ide bermain 🥰







 Hujan mengguyur bumi Jakarta dengan derasnya disambut dengan goyangan pohon meliuk mengikuti angin. Gluduk menggelegar ikut memamerkan suaranya yang menakutkan. Begitupun kilatan petir seperti cahaya listrik jutaan Watt yang menerangi langit yang setia dalam kegelapan di bulan Januari yang terkenal dengan sebutan hujan sehari-hari 

Bela, istriku yang cantik itu sedang berdiri memunggungiku. Entah sudah berapa lama dia diam sejak tahu gosip buruk tentangnya dari sepupunya yang tadi datang berkunjung.

Suara Guntur kembali menggelegar mengagetkan perempuan yang menemaniku selama sepuluh tahun sejak kutawarkan janji suci kepadanya. 

"Mas, aku terlalu bodoh, mudah sekali percaya sama orang." Tiba-tiba Bela membuka suara.

"Lalu apa keputusanmu Dik?" Tanyaku.

Bela tidak menjawab. Diam. Kumelihat butiran bening jatuh dari netranya yang indah. Ah, airmata itu terlalu sayang untuk kamu keluarkan hanya karena masalah ini, batinku.

 Kubergerak mendekatinya kemudian memeluknya hangat. Bela pun menangis. Kubiarkan istriku meluapkan emosinya melalui airmata. Mungkin ini akan membuat dia lebih tenang nantinya.

Memang masalah ini bagi orang lain hal yang biasa atau bahan bercanda tetapi tidak segampang itu bagi seorang Bela Pertiwi istriku yang selalu berjilbab syar'i.

Setelah puas dia menangis, kulepas pelukanku dan kuambilkan segelas air putih. Bela menerima kemudian meminumnya.

"Terimakasih, Mas." 

"Yaa. Dik, bagaimana perasaanmu sekarang ?"

"Alhamdulillah sudah agak lega. Mas, mengapa begitu buruk penilaian mereka terhadapku? Kurang apa aku sama mereka?"

"Dik, ingatlah jika orang memujimu itu karena Allah menutupi aibmu. Mungkin saat itu membuatmu sombong atau takabur sehingga Allah menyentilmu saat ini." 

Istriku yang cantik itu diam saja.

"Kamu berbuat baik kepada siapapun ingatlah niatkan karena Allah bukan untuk mendapat sanjungan dan pujian dari orang lain. Orang yang menyukaimu ataupun membencimu bahkan yang membicarakanmu dibelakang jadikanlah itu sebagai pengingat untuk selalu bersyukur sama Allah. Alhamdulillah kamu dibicarakan artinya nereka perduli dengan cara mereka. Alhamdulillah dosamu berkurang." Lanjutkan panjang lebar.

"Bener juga ya Mas. Percaya hanya kepada Allah dan selalu melibatkan-Nya dalam setiap tindakan dan rencana." 

"Betul dik."

"Saudara kita itu bicara tentang apa soal dirimu, Dik?" Tanyaku penasaran dari tadi. 

"Sudahlah mas, kalau aku bilang artinya aku menambah dosa dong hihi gibah bersama suami. Aduh bisa jadi viral nih haha." 

Kulega melihat wajah cantik itu kembali ceria meskipun rasa penasaran masih bergelayut dalam pikiranku.






Awalnya aku hanya menjadi PIC Rabu ngilmu yang merupakan rangkaian tugas piket untuk bulan Januari di kafetaria Kelas Ibu Mainstream. 

Kemudian mendekati hari H yaitu tanggal 12 Januari 2022 kubelum menentukan siapa yang akan menjadi narasumber dan mengambil tema apa. 

Kuberanikan diri untuk menanyakan di grup bagaimana jika Rabu ngilmu diisi oleh Kak Yuni yang sekaligus sebagai founder Rumah Mainstream. 

Kak Dilla merespon dengan mempersilakan menghubungi Kak Yuni. 

Gayung bersambut Alhamdulillah kak Yuni bersedia. Kupikir dengan kulwap ataupun zoom ternyata kak Yuni memberikan ide melalui Ig live.

What? Oh nooooo..

Aku ingat waktu Ig live dengan gerakan binar dimana Agha tidak mau umi nya tampil dan minta untuk bermain bersamanya saja. Merajuk dan akhirnya menangis. Agha berpikir kalau umi kerja (ehem) melalui zoom. Hihi
 
Pada waktu dilempar gagasan ini di grup piket Alhamdulillah respon bagus dan disarankan bergabung dengan tim manager Kims batch 3.

Serba dadakan tetapi tetap di pikirkan dan dikerjakan dengan penuh tanggung jawab.

Awalnya ku wa pribadi ke Bunda Sri untuk menanyakan mekanisme, rundown ataupun daftar pertanyaan untuk kuajukan ke Kak Yuni. 

Setelah siap lalu gladi resik sekitar lima menit. 
Agha sudah ditemani Abi jadi aku Alhamdulillah bisa bergeser ke ruang sebelah supaya suara saat Ig live tidak terkontaminasi suara televisi maupun kendaraan plus kereta yang lewat depan rumah hehe.



Pukul 19:30 gerbang Ig live dibuka oleh kak Feira dengan suara merdunya. Kemudian kak Yuni diundang masuk. Mereka membahas mengenai Kims batch 3 yang akan segera open member.

Setelah sepuluh menit kemudian akupun diundang masuk. Awalnya susah tetapi Alhamdulillah berhasil masuk juga.
Bismillahirrahmanirrahim

Kak Fiera menyapa kemudian mempersilakan aku untuk ngobrol dengan kak Yuni. 
Kami membahas mengenai tekanan udara dan STEAM. 

Januari ini ide mainnya adalah Tekanan udara jadi pertanyaannya pun tidak jauh dari hal tersebut tapi dengan pola pikir anak. 

Yang dibangun adalah anak akan bertanya apa ? 
Awalnya kutanyakan mengenai udara itu mengapa tidak kelihatan ? 
Kak Yuni menjelaskan bahwa tidak semua pertanyaan anak itu wajib orang tua jawab. Boleh kok ibu mengajak anak untuk menemukan jawaban bersama atau biarkan anak yang menganalisa sendiri dengan pendampingan tentunya 
Banyak benda di dalam rumah yang bisa menjawab pertanyaan tersebut yaitu kulkas. Coba minta anak membuka maka akan terdengar dan terlihat seperti asap yang keluar nah itulah wujud udara.
Jangan dijawab dengan berbagai teori yang belum bisa diterima anak. Alih-alih akan paham malah Anak akan bertanya lagi yang ibu menjadi pusing kemudian memilih emosi ataupun memilih untuk tidak main lagi. Hihi

Setelah selesai diskusi dengan Kak Yuni host pun melanjutkan mengundang dua narasumber lagi yaitu mom Anggit dan Rosa. Mereka menceritakan bagaimana pengalaman bermain STrEAM dan bergabung di kelas ibu Mainstream. Masya Allah keren banget mereka.

Jadi jangan ragu untuk mengikuti kelas ibu Mainstream yang akan open member batch 3 jika ingin putra-putrinya mempunyai keterampilan yang dibutuhkan di abad 21 yaitu anak-anak yang berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi dan berkomunikasi.(Agha)


Buka Facebook lalu menemukan story' seorang sahabat. Kusempatkan untuk membacanya yang ternyata kisah yang dia tuliskan pernah dan sering makan kualami.

Mungkin juga sebagian besar orang juga mengalaminya entah itu dia rasakan ataukah langsung bodo amat dan tidak mau ambil pusing.

Cerita mengenai kisah tidak dianggap, disepelekan, dilupakan sudah jadi makananku sehari-hari. Yap tidak hanya dilingkungan pertemanan, persahabatan bahkan persaudaraan.

Sebut saja namaku Bella. Aku memang punya beberapa kisah yang seperti dikisahkan oleh sahabatku. 

Pertama ketika aku berada di lingkungan karier alias dunia kerja. Persahabatanpun tercipta diantara aku dan teman sejawat baik itu dalam satu divisi maupun berbeda departemen. 

Aku juga dekat dengan beberapa diantaranya dan sering kami mencurahkan isi hati jika salah satu dari kami sedang ada masalah ataupun saling berbagi dan meledek serta becanda.

Ke mall, makan siang, bahkan ke pasar pun pernah kami janjian hihi.

Baru kusadar atau mungkin aku yang terlalu lebay atau baperan, saat aku sudah pindah rumah dan memutuskan menjadi ibu rumah tangga saja alias berhenti bekerja.

Aku dan teman-teman masih sering bertukar informasi, becanda secara online maupun mencurahkan isi hati. Kadang kami pun mengadakan acara seperti buka puasa bersama ataupun sekedar bermain bersama dirumah salah satu teman.

Jika dibanding yang lain memang kondisiku kurang bagi mereka. Rumah masih berstatus kontrakan petakan dan aktif menggunakan AC alam serta jasa kipas angin. 

Memang pernah sekali mereka main tetapi tidak mau lama dan hanya sekedar mampir. Aku tidak berpikir macam-macam dan bersyukur mereka mampir.

Semuanya mulai berubah atau mungkin hanya perasaanku saja. Bisa jadi juga mereka juga berpikir akulah yang berubah. Entahlah.

Sering kuluangkan waktu dan mendahulukan para sahabatku bahkan dibanding dengan keluargaku. Memang aku tidak menuntut balik mereka bersikap yang sama tetapi perlakuan berbeda itu mulai kurasakan.

Ketika aku pindah rumah mengikuti suami yang pindah pekerjaan yang meskipun masih dalam satu wilayah tetapi teman-teman mengatakan rumahku jauh dan berbagai alasan lainnya. Sedangkan aku pernah bela-belain main ke rumah mereka.

Kemudian suatu hari aku melihat story' wa temanku sekaligus sahabatku. Aku pun marah kepada diriku sendiri. Kecewa dan sedih itulah yang kurasakan saat itu.

Kerumahku yang masih satu wilayah saja dibilang jauh tetapi ketika mereka ke rumah teman yang jaraknya lebih jauh saja dijabanin.

Aku sedih. 

Kumenangis.

Berjuta pertanyaan menggelanyut tanpa pernah bisa kulontarkan. 

Bela kau bodoh itu saja yang bisa kuteriakkan.


 Tidak terasa sudah 10 hari challenge 10 hari Pohon literasi di read aloud Bandung.

Memang sudah beberapa kali mengikuti kegiatan serupa tetapi baru kali ini ada keunikan yaitu :

1. Harus read aloud

2. Membuat pohon dimana buku yang sudah dibacakan atau menyelesaikan7 postingan yang sudah ditentukan dijadikan sebagai daun atau buah yang di tempelkan di pohon literasi keluarga.

3. Tidak hanya ibu tetapi juga melibatkan ayah untuk read aloud.

4. Review buku yang sudah dibaca oleh ibu dan ayah.

Awalnya memang ragu karena membiasakan read aloud berbeda dengan membaca biasa. Alhamdulillah bisa juga bahkan saat sepupu Agha ke sini juga mau ikutan read aloud.

Takjubnya Abi bersedia menerima tantangan read aloud dan membaca buku untuk di review. 

Abi memang biasanya hanya bercerita atau membacakan buku saja jadi saat diminta untuk read aloud awalnya menolak. Kemudian kujelaskan bagaimana manfaatnya, caranya dan untuk menggugah keaktifan dan reaksi Agha maka Abi bersedia.

Meskipun belum benar-benar sesuai dengan read aloud yang benar akan tetapi sudah Alhamdulillah intonasi dan cara Abi read aloud menumbuhkan keingintahuan Agha.

Pohon literasi keluarga pun tumbuh membesar dan menghasilkan buah-buah yang berjumlah sepuluh dengan beranekaragam bentuk dan warna buah. Hal ini menunjukkan keragaman buku yang digunakan untuk read aloud dan keberagaman selera keluarga kami.

Saat tantangan review buku juga menjadi pekerjaan rumah tersendiri 🤣 mengapa ? Karena Abi nya tidak bisa menulis dan tidak tahu apa yang harus ditulis sebab sudah lama juga tidak membaca buku selain buku anak sejak Agha usia 3 tahun. Akhirnya Abi memilih buku anak kemudian dia ambil intinya dan memintaku untuk menuliskannya.

Meskipun disela kesibukannya bekerja dari pagi sampai malam tetapi masih bersedia menyempatkan sedikit waktu untuk quality time dengan Agha yaitu membacakan nyaring dan membaca buku untuk di review. Terharu sangat🥰

Alhamdulillah Allah menuntun kami untuk mengikuti challenge di read aloud Bandung jadi kutahu bagaimana Abi juga ternyata bisa juga membacakan nyaring 🥰


Abi memang tidak hobi membaca buku tetapi sejak Agha mulai usia tiga tahun. Biasanya Abi lebih sering bercerita atau mendongeng dari Agha masih bayi.

Buku yang dibaca Abi pun buku anak-anak alias buku yang dibacakan untuk Agha. 

Jadilah review bukunya mengenai buku anak. Abi yang memintaku untuk menuliskannya.

Judul buku : Para Detektif Mungil ( Apakah Salju Turun di Gurun Pasir).

Penulis : Cressida Cowell 

Buku ini dari : Happy Meal McDonald

Menurut Abi buku ini bagus karena ada tips membaca anak juga bagi para orang tua jadi menambah pengetahuan dan pemahaman orang tua juga saat membacakan buku atau read aloud.

Para detektif mungil yang ada dalam buku ini digambarkan sebagai makhluk mungil dan sangat kecil tetapi mempunyai rasa ingin tahu mereka sangat besar. Untuk itulah mengapa mereka hidup di sebuah rak buku.

Yap mereka hidupnya di rak buku karena orang terkecil sekalipun dapat menemukan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan besar jika mereka suka membaca buku.

Masya Allah menarik sekali kan? Yap keren banget.

Detektif mungil terdiri dari : ayah, ibuz Tyga, Olly, dan Bo. O iya ada juga si Kumbang. 

Cerita ini terjadi karena Bo mengajukan pertanyaan yaitu pernah tidak salju turun di Gurun Pasir?

Ini sempat Abi tanyakan ke Agha dan jawaban Agha adalah TIDAK. Olly ternyata juga menjawab tidak karena gurun pasir identik dengan hawa panas.

Jadi mulailah detektif bekerja dengan mencarinya di dalam buku. 

Buku yang dipilih adalah Gurun Pasir Sahara. Jadi mereka pun masuk ke dalam panasnya gurun pasir.

Ternyata banyak fakta yang mereka temukan bahwa ada peristiwa alam yang bisa terjadi di sekitar kita padahal kelihatannya tidak mungkin seperti gurun pasir kan panas tetapi banyak makhluk hidup yang bisa hidup. Contohnya Semut perak Sahara dan kumbang Scarab.

Menjelang malam para detektif merasakan perbedaan suhu dan udara yang dirasakan. Awalnya sejuk kemudian terasa dingin. Hal ini karena gurun pasir bersifat kering. Udara kering lebih cepat kehilangan panas daripada udara basah. Itulah mengapa udara di gurun menjadi dingin di malam hari terutama di musim dingin.

Masih dengan sanggahannya kata Olly kalau mau turun salju udara harus basah. Sedangkan kata Ayah tidak mungkin tetapi bukan berarti mustahil jadi kemungkinan Salju Turun di Gurun Pasir bisa terjadi.

Ternyata benar kata Ayah. Salju turun jadi benarlah bahwa salju bisa turun di Gurun pasir. 

Detektif mungil pun pulang kembali.ke tak buku setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan Bo.



Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Author

Author
Pembelajar yang suka tantangan, tapi agak takut mengambil resiko. Suka bertualang, terutama dengan anak lelaki kesayangan, dan menuliskannya ke dalam tulisan. Read more about me at "About Me" on the menu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan
  • Pejuang 2 Garis
  • Mobil Balon
  • Saldo Rindu yang Minus
  • Kabar dari Solo
  • Perjalanan Syukurku di 2021
  • BRImo Sebagai Bentuk Layanan dan Digitalisasi Bank BRI
Diberdayakan oleh Blogger

Laporkan Penyalahgunaan

  • Oktober 20251
  • Oktober 20241
  • Agustus 20241
  • Juli 20243
  • Juni 20242
  • November 20231
  • Oktober 20231
  • September 20231
  • Agustus 20232
  • Mei 202315
  • Maret 20231
  • Oktober 20221
  • September 20221
  • Agustus 20229
  • Juli 20222
  • Juni 20229
  • Mei 20229
  • April 20228
  • Maret 202213
  • Februari 202211
  • Januari 202219
  • Desember 20211
  • November 20218
  • Oktober 202113
  • September 202115
  • Agustus 202110
  • Juli 202113
  • Mei 202114
  • April 202127
  • Maret 202112

Trending Articles

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan

Copyright © Foodicious Theme. Designed by OddThemes