HanieAgung
  • Home
  • About Me
  • Contact Me
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us

Puasa Ramadan kukenal dari kecil bukan dari orangtua tetapi dari tetangga. Bapak ibu tidak memaksa ataupun menyuruhku puasa. Bahkan saurpun belum kuajak kenalan waktu itu.

Sahur kuketahui dari anak tetangga. Waktu itu aku SD kelas 5 atau 6 kubangun pagi kemudian ke rumah tetangga yang kebetulan selesai santap sahur. Ayahnya menanyakan apakah aku sudah makan? Kujawab belum karena memang tidak biasa makan sepagi itu.

Mba Yuni, demikian nama anak itu, membawakan sepiring nasi dengan lauk dan keripik bayam. Lagi-lagi makanan yang asing bagiku.

Kumakan dengan tenang sambil mendengarkan ayah mba Yuni bercerita mengenai sahur dan alasannya serta mengapa ada imsak.

Setelah makan, aku pulang. Apakah aku puasa sehari ? Ternyata tidak. Puasa setengah hari,😢

Puasa si ramadan selanjutnya aku memberanikan diri membeli di warung tetangga yang depan hotel. Beli pukul 03:00 atau 03:30. Oseng pentil alias tumis soon dan tempe goreng yang baru diangkat dari penggorengan itu sudah membuatku puas menikmati sahur. 

Sudah mulai puasa sehari penuh meskipun kadang masih banyak bolongnya. Hihi. Alasan tidak puasa yaitu tidak sahur 😢

Semakin bertambahnya ilmu dari guru agama akhirnya akupun paham mengenai kewajiban menjalankan puasa Ramadhan.

Ahirnya karena kasihan aku pagi harus ke warung untuk sahur, ibu yang membelikannya. Memasakkannya.

Pernah pas puasa aku beli makanan macam-macam. Ada rujak, tahu, apalagi ya lupa hihi. Saat buka tiba tetapi makanan yang tadi tidak ada semua. Usut punya usut dimakan ke yang mau Nerima. Yap tidak jadi membayangkan deh hihi. 

Kesukaanku itu es cendol atau dawer yang di daerah masjid Bintaro, ataupun es cincau versi ibuku buat.

Sampai sekarang kedua minuman itu yang mampu menggeser teh manis hangat untuk buka puasa. 

Selain itu yaitu tempe gembus goreng yang bumbu meresap sempurna. Kalau untuk makanan sih kurang minta karena kadang sudah merasa kenyang. 

Bagaimana dengan kolak? Sebenarnya aku suka akan tetapi kadang merasa kurang nyaman diperut setelah makan kolak. Mungkin karena santan dan manis.








4 April 2022..

Pagi yang cerah di hari kedua ramadan. Anakku minta ikut belanja tetapi tidak jadi akhirnya akupun membeli sayuran dan ikan di tukang sayur langganan di RT 03. Selesai terpenuhi yang kubutuhkan maka kupulang. Puasa membuatku agak santai dari segi memasak pagi hihi jadi kutaruh di meja dapur lalu kutemui anakku yang lagi bermain di ruang tamu.

Selesai membersamai anak, akupun meraih gawai yang terjangkau dari tempatku duduk. Kulihat ada telpon dari sahabat putih abu-abu yang sekarang tinggal di Jakarta tepatnya daerah Cibubur.

Kutelpon balik. Kamipun terlibat obrolan seru bernostalgia dan cerita mengenai sekolah anak-anak. 

Selesai menelpon, kubuka aplikasi WhatsApp dan mataku tertuju ke grup keluarga solo.

Kubaca chating yang masuk hingga kubaca sebuah pesan dari adikku yang yang menanyakan bagaimana keadaan bapak. Aku kaget langsung kutanya di grup bapak sakit apa? 

Awalnya belum ada jawaban kemudian adikku mengirimkan pesan bapak mengenai sakitnya bapak. Blank itulah awal yang kurasakan. Tidak tahu harus bagaimana selain mulut tak berhenti berdoa semoga Bapak tidak apa-apa. Belum mau ke dokter itulah pesan yang terus terngiang dalam pikiranku.

Aku diam seribu bahasa. Anakku bertanya ada apa. Kujawab embah sakit. Kemudian anakku memberitahu Abinya. 

Sedikit ada ketegangan karena aku kepikiran untuk segera pulang tetapi di sisi suami belum ada uang lebih untuk sekedar membeli tiket ke Solo.

Akupun kembali diam tetapi dalam hati tetaplah berdoa berharap tidak ada penyesalan dan bapak segera sehat.

Suamiku mengajakku dan anak kami ke Kelurahan karena memang jadwal untuk mengambil KIA yang sudah selesai. Sampai pukul 12:00 barulah selesai urusan dengan pihak kelurahan. Saat di tempat parkir anakku bilang bahwa Abi mengajak beli tiket.

What? 

Apa aku tidak salah dengar?

Rasanya masih tidak percaya sampai aku pegang tiga tiket bus Blue Star tujuan Solo dengan waktu pemberangkatan pukul 17:00.

Waktu yang sedikit kugunakan dengan maksimal untuk membersihkan rumah dan memasukkan beberapa pakaian anak dan suami ke dalam tas.

Meminta tolong ponakan untuk mengantar kami ke Pal kelapa dua tempat kami membeli tiket. Meskipun aku sedikit terlambat Alhamdulillah bus masih menunggu.

Masuk dan duduk di dalam bus masih serasa mimpi. Kemudian kukirim pesan chating ke grup keluarga Solo kalau aku dan keluarga pulang ke kota kelahiranku. Mereka pun tidak percaya bahkan sampai video call untuk membuktikan.

Bus pun mulai berangkat meninggalkan ibu kota Jakarta. Alhamdulillah sepanjang perjalanan Solo - Jakarta, anakku menikmati perjalanan dan tidak merasa bosan karena ada saja hal yang membuat dia bisa bermain.

Alhamdulillah Pukul 01:30 bus sampai di kota Solo. Kuhirup udara dini hari itu dengan puas sambil menunggu dijemput sebuah mobil online yang sudah dipesan suamiku.

15 menit perjalanan dari Faroka menuju ke rumah orangtuaku. Begitu sampai kami cuci tangan di kran depan rumah kemudian kuketuk pintu dan kuterkejut karena yang membukakan adalah bapakku. 

Alhamdulillah beliau sudah mulai sehat. Ya Allah rasanya masih ingin tidak percaya tetapi ini nyata. Melihat bapak dan disusul ibu yang menyambut kedatangan kami membuatku sadar bahwa ini nyata. 

Aku di Solo 

Aku di rumah orang tua.

Masya Allah rasanya campur aduk. Tidak berharap selama ini meskipun berdoa setiap selesai salat supaya dapat mudik tahun ini tetapi kenyataan ini sungguh mengejutkan. Mengingat banyaknya pengeluaran dan berapa pendapatan yang serasa tidak seimbang hingga membuatku sudah nothing to lose saja misalnya sampai tidak mudik.

Ini nyata.

Ya Allah 😭 rencana-Mu sungguh indah, rencana-Mu selalulah yang terbaik. Alhamdulillah.. Alhamdulillah.. terimakasih Ya Allah.. (AH)





Sidang isbad memutuskan 1 ramadan jatuh tanggal 3 April 2022 artinya hari Minggu besok. Maka malam Minggu atau Sabtu ini pelaksanaan salat tarawih hari pertama.

Sejak awal sudah mulai memberikan masukan, menjelaskan dan membacakan buku yang berkaitan dengan puasa, tarawih dan pahala.

Alhamdulillah anakku semangat sekali bahkan membersihkan rumah pun dia mau ikutan serta berbelanja untuk.persiapan sahur juga inginnya ikut serta. Masya Allah.

Sebelum pandemi yaitu 2018 dan 2019 biasanya ikut tarawih tetapi belum menjalankan salat hanya ikutan saja baik saat Abi nya ataupun akungnya ke masjid atau musolla. 

Mulai pandemi karena pelarangan melaksanakan kegiatan diluar rumah maka tarawih pun dilaksanakan di kediaman masing-masing jamaah. Begitupun anakku yang belum ikut salat tarawih.

Sekarang usia dia hampir 6 tahun dan mulai paham serta mengerti mengenai bagaimana harus bersikap saat salat dan untuk apa dikerjakan. 

Adan isya berkumandang maka kami pun bersiap untuk ke musolla hendak salat isya dan tarawih berjamaah.  Anakku semangat sekali. Bahkan jalanpun mendahului kami. Sampai di musolla ternyata sudah mulai salat. Saat hendak masuk tempat ibadah di RT 03 ini ternyata sudah penuh hihi. 

Suami mengajak pulang untuk salat isya baru tarawih ke masjid At Taqwa di Universitas Pancasila. Aku pun mengajukan usulan yaitu sekalian saja ke masjid daripada masuk rumah takutnya anak memilih di rumah.

Abi setuju jadi kami pun ke masjid dikawasan kampus Universitas Pancasila. Ternyata sudah mulai salat Isya. 

Untuk jamaah wanita terletak di lantai bawah sedangkan pria di lantai dua. Anakku ikut Abi nya menaiki tangga. Kumenuju ke ruangan untuk salat.

Sudah rekaat dua jadi kami telat dua rekaat. Selesai salat isya kemudian sambutan dari ketua panitia dan remaja masjid. Lalu mulailah salat tarawih dan witir yang ditotal sebanyak sebelas rekaat yang dikerjakan setiap dua rekaat salam kecuali witir yang 3 rekaat baru salam.

Selesai tarawih ada kotbah yang dilakukan oleh imam salat. Isinya mengenai ramadan dan pelaksanaannya.

Kumenoleh kesamping kanan arah jam 4 untuk melihat anakku sudah turun atau belum. Pukul 21;00 kulihat anak dan suamiku sudah menunggu. 

Sepanjang jalan pulang Abi bercerita bagaimana anak kami salat, tidak mengeluh dan mendengarkan kotbah juga bahkan belum mau diajak pulang hingga pukul 21:00 barulah dia mengajak turun karena melihat banyak anak-anak yang bermain di tangga dan di lantai bawah.

Alhamdulillah semoga hal ini menjadi awal yang baik buat anakku menjalankan dan menyambut Ramadan tahun ini. Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini tadi merupakan hari pertama sekolah anakku. Memang seharusnya tahun ajaran baru masih nanti bulan Juli tetapi karena dia selalu menanyakan kapan sekolah? Kapan masuk ? Kapan memakai seragam? Akhirnya kutanyakan ke pihak sekolah apakah ada sistem trial atau titip untuk bulan April - Mei. 

Sebenarnya tidak ada akan tetapi diperbolehkan dengan catatan tidak ada penilaian dan membayar SPP 2 bulan.

Alhamdulillah. Girangnya anakku mendengarnya. Bangga bener dia tadi sekolah sambil senyum-senyum. Bahkan tidur malam pun sampai begadang hanya karena tidak bisa memejamkan mata memikirkan sekolah. Akhirnya pukul 00:15 dia terpejam juga matanya.

Bangun di pagi hari yaitu pukul 04:30 sudah membangunkan aku dan abinya supaya bersiap karena dia mau salat subuh kemudian mandi dan berangkat sekolah padahal masukmya masih jam 08:00 hihi.

Aku dimintanya masak untuk menyiapkan bekal yang dia minta yaitu : nasi, brokoli, ayam katsu. Alhamdulillah saat belanja semua bahan yang dibutuhkan masih ada jadi tinggal dimasak di dapur.

Selesai masak dan menyiapkan bekal, anakku minta mandi kemudian memakai baju dan sepatu. Sarapan pun dia hanya meminta Energen coklat.

Sebelum memilih sekolah ini sebenarnya ada beberapa sekolah yang kami datangi. Anakku memilih di TK Annisa. Semoga ini juga yang Allah pilihkan untukmu nak aamiin 🤲🏻.

Saat masuk tadi pagi peralatan sekolah pun belum lengkap karena semua sudah buat mainan ataupun mengerjakan selama home schooling denganku. Pensil, rautan, penghapus, panggaris masihlah lengkap. Pensil warna yang sudah tidak tahu keberadaannya sebagian. Tas yang merupakan kado ultah dari adiknya yang di solo, waktu bertambahnya usia anakku. Pun buku tulisnya sudah dipakai buatnya latihan selama ini.

Alhamdulillah anakku tidak menuntut untuk membeli baru. Entah dia paham kondisi orang tuanya ataukah baginya yang penting ada.

Maafkan Abi dan umi ya nak yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu. 😢 

Kuantarkan anakku ke gerbang sekolah kemudian dia masuk kelas sendiri. Masya Allah kemandirian dan keberanianmu membuat umi terharu sayangku.






Selasa, 29 Maret 2022 merupakan hari yang alhamdulilah membuatku dan beberapa teman di komunitas Seplaydate merasa bersyukur bahwa kami mendapatkan tiket gratis untuk bermain selama dua jam di Edokko, Puri Indah Mall.

Awalnya aku masih tidak percaya dapat tiket karena di wag Seplaydate memang diumumkan untuk list data. Pada waktu daftar pertama diurutan 16. Kemudian ditutup setelah ada yang mengetik namanya di nomer 17.

Sehari kemudian ada perubahan peraturan dari Edokko yaitu hanya 8 anak dan 8 pendamping. Kulihat list sudah di nomer 7 ya sudah aku isi saja di nomer delapan. 

Kemudian ada anggota yang memberitahu bahwa daftar sudah ditutup karena lengkap 8 anak. Kujawab belum kan baru nomor tujuh. Admin pun menjelaskan bahwa ada yang membawa dua anak.

Ya sudah artinya belum riski. Aku pun belum cerita ke anakku mengenai Edokko. 

Minggu, 27 Maret 2022 sore hari aku dapat notifikasi ada chating masuk dari admin seplaydate yang memastikan apakah benar aku yang isi list nomer delapan. Kujawab memang benar kumengisi daftar.

Ternyata namaku ikut terdaftar dan syaratnya memang 1 anak 1 pendamping jadi yang isi anak dua harus satu saja. Alhamdulillah riski dari Allah buat kami sekeluarga.

Aku pun di masukkan ke wag khusus Edokko. Banyak informasi dari grup yang terdiri dari beberapa orang dari komunitas Seplaydate.

Begitu aku bilang ke anak dan suami mereka oke dan berangkatlah kami pukul 14:15 menggunakan moda transportasi motor.

Perjalanan lumayan lancar sampai jalan layang TB Simatupang. Abi memilih jalan ke arah Pasar Minggu, Pancoran lalu belok kiri. Setelah pasar Minggu memang jalan agak tersendat karena ada mobil yang akan putar arah atau dari arah berlawanan hendak menyeberang.

Alhamdulillah pukul 15:40 kami sampai di Puri Indah Mall meskipun sempat salah jalan hihi.

Ternyata Edokko ini terletak di lantai dua yang sebelah kiri. Sedangkan letak Playground bernuansa Jepang ini berada di pojok kanan. Ternyata sudah banyak teman-teman yang datang.

Setelah menunaikan salat asar di musolla sebelah Edokko, akupun diminta untuk absensi untuk mendapatkan gelang dan kunci loker.

Setelah dipersilakan masuk kami pun masuk. Nuansa Jepang begitu terasa. Banyak pohon sakura dan warna merah mendominasi Playground ini. Menemukan loker yang dituju kuminta Agha untuk melepas sepatu dan memasukkan tas juga alas kaki ke dalam loker. 

Agha sudah tidak sabar. Di sini uniknya ada baju yang bisa dipinjam selama dalam arena. Baju model kimono maupun kostum ninja. Lucu sekali.

Begitu memasuki arena kumelihat sekeliling sangat keren. Bersih dan nyaman serta mengikuti protokol kesehatan. Ada kereta mini, ada beberapa kedai jualan khas Jepang, ada gunung Fuji yang bisa di daki oleh anak yang tinggi badan diatas 120cm, ada arena yang disukai anak yaitu mandi bola dengan berbagai mainan seperti meriam, bola menari, outbond dan juga prosotan. 

Ada juga sekolah ninja dengan kostum ninja dan bermain melempar senjata ninja yang berbentuk seperti kelopak bunga. Ada juga bola yang digulingkan hihi aku tidak tahu apa namanya. Untuk melatih motorik dan keberanian yaitu panjat tali dan terowongan tali serta jembatan bergerak.

Ada juga arena balap mobil yang anak diminta untuk merakit terlebih dahulu mobilnya, ada melukis, juga arena melatih motorik halus dan kesabaran serta berpikir kritis.

Tampolin, arena bermain untuk adik bayi, kantor polisi lengkap dengan mobil dan penjara, mobil pemadam kebakaran juga tersedia. 

Di sini pun banyak spot foto yang instagramabel. Cantik sekali. Dilengkapi juga dengan restauran dan toilet serta arena permainan ketangkasan.

Lengkap, bersih, nyaman, ramah anak dan para penjaga juga ramah.

O iya ada juga story' telling yang membuat anak-anak suka karena ceritanya bagus dan mendidik.

Selain anak bermain, orang tua pun juga bisa bermain pula haha. Siapa bilang orang tua tidak butuh bermain?

Main apa orang tua itu?

Main tiduran di bola haha . 

Alhamdulillah dua jam sudah bermain tanpa terasa. Anak-anak kebanyakan tidak mau selesai hihi. Jadi ada beberapa yang menangis ketika diajak keluar dari arena.

Setelah semua berkumpul kemudian kami foto bersama di depan Edokko..

Terimakasih Edokko dan Seplaydate yang sudah memberikan kesempatan kami untuk bermain dengan bahagia dengan nuansa Jepang yang kental terasa. (AH)




 Bismillahirrahmanirrahim


Misi Ceria pertama yang akan aku torehkan di sini yaitu : review panggung ceria dan berbagi pengalaman sebagai pengisi acara : "Bermain Meningkatkan Kemampuan Anak" untuk pertama kali


Streamyard, itulah kata pertama yang aku bingungkan di awal kudikenalkan di panggung ceria. Alhamdulillah mba Siti Rohmah sabar dalam membimbing sampai membuatkan video tutorialnya. 


Alhamdulillah juga teman manggung yaitu mba Ratna Lina sebagai operator dan mba Nora sebagai host sangat membantu dan sabar menunggu sampai aku bisa masuk ke streamyard. 

Itulah momen saat gladi resik.


Saat manggung pun tiba, Kamis 27 Mei 2021 pukul 19:15 setelah minta ijin sama suami dan anak lalu aku siapkan diri untuk manggung. Dag Dig dug derrr 😂


Ketika klik link dari mba Ratna Lina, Alhamdulillah langsung masuk ke studionya dan sudah ada mba Nora yang ramah dan banyak senyum jadi aku tidak grogi dan ikut terbawa suasana menjadi santai.


Pukul 19:30 tirai pun di buka... Bismillahirrahmanirrahim , mba Nora pun membuka acara dengan ramah dan renyah sehingga kami santai seperti ngobrol biasa. Padahal belum pernah bertemu sebelumnya tapi seperti sudah kenal lama. Masya Allah, host nya top.


Ceritaku tentang bermain dengan anak mengalir saja karena memang itulah duniaku dalam membersamai Agha.


Grogi sudah terbang entah kemana kalau sudah bercerita tentang bermain dengan anak 😂. 


Awal aku mengenal kegunaan dan manfaat bermain ini sejak kumengenal Gerakan Binar yang foundernya sudah tidak asing bagi warga Ibu Profesional. Yap benar mba Nani Nurhasanah dengan ketuanya mba Setyorini Safitri . Pertama masih belum paham tentang challenge bermain dan mengapa bermain bisa meningkatkan kemampuan anak


Saat bercerita di panggung ceria, aku masih tidak percaya dengan begitu besarnya manfaat bermain ini yang tidak hanya untuk anak-anak tapi orang dewasa pun perlu untuk bermain. Tertawa, bahagia, sehat bersama, tidak berpikir menang dan kalah.


Bermain bersama anak juga saat me time. Karena dengan ikut serta terlibat secara utuh jiwa kita maka hati kita pun ikut bermain. Bisa melepas stres dengan tertawa saat bermain. Masya Allah ❤️


Bermain ini tidak hanya aku dan Agha kadang Abi nya juga ikut serta terlibat. Bahkan jika keponakan datang maka mereka ikutan bermain. Seru sekali.


Mba Nora sangat cerdas mengajukan pertanyaan yang membuatku terpancing untuk bercerita dan melupakan bahwa aku sedang manggung hihi.


Alhamdulillah pukul 20:00 acara selesai. Padahal awalnya grogi banget dan bingung nanti ngobrol atau ceritanya bagaimana ternyata bisa mengalir deras. Masya Allah ❤️


Panggung ceria pertama yang Alhamdulillah berhasil kami laksanakan ❤️ 


Inilah dunia baru bagiku untuk keluar dari zona nyaman yaitu mengambil peran dan bermain di Ibu Profesional. Sebelum memasuki kuliah matrikulasi memang aku dan teman-teman masuk ke hotel bahagia di trancity harmony untuk berlibur dan mempersiapkan diri sebelum memasuki perkuliahan yang selanjutnya. 


Dua kali mengambil peran sebagai narasumber di panggung ceria Transcity harmony membuatku yakin untuk memasuki perkuliahan matrikulasi. Bismillahirrahmanirrahim siap mengarungi lautan / samudra Amarta dengan Kapal selam untuk menikmati keindahan alam dan menggali kekayaan ilmunya.🥰 


Siti Rohmah 

Nurlian 

IBU PROFESIONAL 

institutibuprofesional

#PraMatrikulasi10

Hari Sabtu, 26 Maret 2022 setelah zoom mengenai HAKI, dilanjutkan daring dengan Kelas Ibu Mainstream atau kafetaria KIMS. 

Playdate kali ini merupakan salah satu rangkaian acara kelulusan kims batch 3. Alhamdulillah belum terlambat masuk zoom karena acara wisuda dahulu. 

Kusiapkan bahan yang diperlukan terlebih dahulu yaitu :

❤️ Sosis kecil dibagi dua 

❤️ Telur dikocok

❤️ Roti Tawar 

❤️ Tusuk sate 

❤️ Keju dipotong kotak 

❤️ Tepung bumbu 

❤️ Tepung Roti 

❤️ Minyak Goreng

Sedangkan Alatnya yaitu :

🥇 Rolling 

🥇 Wajan teflon 

🥇 Pisau 

🥇 Telenan 

🥇 Kompor 

Untuk tempat mengerjakan di dapur. 

Awalnya Agha tidak mau mengikuti karena sedang bermain dengan Abi dan juga bahan belum lengkap. Akhirnya dikerjakan Minggu pagi. 

Caranya :

🥰 Siapkan bahan dan alat kemudian ajak anak untuk mengamati, memegang, merasakan dan mencium. Kemudian tanyakan kepada anak apakah tahu akan membuat apa atau apa yang akan dilakukan dengan bahan dan alat yang tersedia.

🥰 Mulai mengerjakan dengan meminta anak mengambil Telenan, pisau, roti tawar. Potong pinggiran roti tawar menggunakan pisau.

🥰 Tunjukkan kepada anak untuk menekan roti supaya lebih tipis kemudian minta anak melakukan hal yang sama. Sisihkan

🥰  Potong sosis menjadi dua lalu tusuk satu bagian sosis kemudian keju dan sosis lagi.

🥰 Taruh sate sosis ke atas roti yang sudah pipih lalu gulung dan rapatkan dengan memberikan olesan telur dan tekan supaya merekat.

🥰 Masukkan sate tadi kedalam kocokan telur lalu masukkan kedalam tepung berbumbu, masukkan ke telur kembali dan taruh diatas tepung roti dan ditekan sampai rata. Bisa diulang 2 sampai 3 kali sesuai selera.

🥰 Goreng kedalam minyak panas dengan api sedang. Ajak anak untuk mengamati proses ini.

🥰 Setelah matang lalu angkat. Tunggu dingin lalu minta anak untuk mencicipi. Membandingkan rasa, bentuk, bau, sebelum dan setelah matang.

🥰 Cek dan cari tahu dengan mengerjakan bersama anak kemudian tulis dalam.jurnal perkembangan anak.

Kadang memang umi nya ini geregetan melihat Agha dalam mengerjakan tetapi diminta untuk tidak mendikte nah ini yang susah 🤭🤣

Itulah cerita playdate kami. Semoga menginspirasi. Bermain dan belajar dengan membersamai anak. (AH)





Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Author

Author
Pembelajar yang suka tantangan, tapi agak takut mengambil resiko. Suka bertualang, terutama dengan anak lelaki kesayangan, dan menuliskannya ke dalam tulisan. Read more about me at "About Me" on the menu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan
  • Pejuang 2 Garis
  • Mobil Balon
  • Saldo Rindu yang Minus
  • Kabar dari Solo
  • Perjalanan Syukurku di 2021
  • BRImo Sebagai Bentuk Layanan dan Digitalisasi Bank BRI
Diberdayakan oleh Blogger

Laporkan Penyalahgunaan

  • Oktober 20251
  • Oktober 20241
  • Agustus 20241
  • Juli 20243
  • Juni 20242
  • November 20231
  • Oktober 20231
  • September 20231
  • Agustus 20232
  • Mei 202315
  • Maret 20231
  • Oktober 20221
  • September 20221
  • Agustus 20229
  • Juli 20222
  • Juni 20229
  • Mei 20229
  • April 20228
  • Maret 202213
  • Februari 202211
  • Januari 202219
  • Desember 20211
  • November 20218
  • Oktober 202113
  • September 202115
  • Agustus 202110
  • Juli 202113
  • Mei 202114
  • April 202127
  • Maret 202112

Trending Articles

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan

Copyright © Foodicious Theme. Designed by OddThemes