HanieAgung
  • Home
  • About Me
  • Contact Me
  • Features
    • Lifestyle
    • Sports Group
      • Category 1
      • Category 2
      • Category 3
      • Category 4
      • Category 5
    • Sub Menu 3
    • Sub Menu 4
  • Contact Us


Dulu saat pelajaran Bahasa Indonesia ada materi yang paling tidak kusukai yaitu mengarang. Karena merangkai kata untuk menjadi sebuah karya yang bisa dibaca oleh guru itu sangat susah bagiku. 

Kecintaanku pada membaca dimulai saat mengenal majalah Bobo, Nina, dan Lima Sekawan. Hal itu belum memancingku untuk mau mendalami dunia tarian pena. 


Sewaktu menunggu masa transisi dari SMK ke kuliah, aku mulai mengenal majalah cerpen Ceria, majalah Anita dan Aneka. Saat membaca majalah Ceria sering aku berangan yang menjadi tokoh tersebut kemudian aku mulai mencoret buku dengan kisah yang kurangkai seperti cerpen di majalah Ceria.


Keasyikan menarikan pena dengan kisah percintaan anak remaja membuatku ketagihan untuk menulis di buku ataupun kertas saat ide tiba-tiba melintas tanpa permisi. Ketika sudah memasuki bangku perkuliahan, lanjut bekerja membuatku tidak meneruskan tarian penaku. 


Suatu hari setelah jeda yang sangat lama, kutertarik mengikuti sebuah kulwap atau webinar mengenai menulis dimana narasumbernya mengatakan menulis itu ya menulis saja. Menulislah dengan hati karena apa yang disampaikan oleh hati akan sampai pula ke hati. 

Kemudian mendapat hadiah sebuah buku yang berjudul: "Mahir Menulis Apapun" membuatku mulai tertarik ke dunia kepenulisan kembali terlebih rasa penasaranku karena banyak teman mengatakan saat komunikasi di dunia Maya obrolan yang kuketik susah untuk dipahami karena terlalu berbelit 😆


Buku Antologi 

Suatu keberanian saat aku mulai menulis dengan mengikuti kompetisi menulis buku antologi di Nulis Yuk dengan judul "Foto Terindah". Awalnya ragu tapi mengingat tulisan dapat menyembuhkan luka tak berdarah dan menuangkan rasa yang tak terungkap akhirnya kutuliskan naskah mengenai anak pertamaku yang baru lahir kemudian meninggal dunia.

Ada perasaan plong dan nyaman ketika semua rasa kutuangkan dalam ramuan kata menjadi sebuah naskah yang alhamdulillah lolos seleksi dan berhak dimasukkan dalam buku antologi "Foto Terindah" dengan jumlah penjualan lebih dari 100 eksemplar dimana aku berhasil menjual sebanyak 8-10 buah buku. Prestasi yang sungguh membuatku terpana dan bersyukur. 



Kemudian 11 buku antologi lainnya lahir dengan begitu cepatnya tanpa kusadari sudah mengikuti beberapa kali kelas menulis, sarapan kata KMO dan menjadi anggota Kelas Literasi Ibu Profesional dimana setiap hari mengirimkan tulisan sebanyak 300 kata atau lebih. Hal itulah yang membuatku banyak latihan menulis.


Blog

Dunia blogger kutahu pertama sebenarnya dari awal munculnya blog. Akan tetapi pada waktu itu masih berkutat dengan pekerjaan sehingga tidak membuatku tertarik untuk mengenal lebih jauh dunia blog ini. Hingga akhirnya pada tahun 2021 saat mengikuti rangkaian materi untuk menulis buku antologi "Kelana Maaf", kuberkenalan dengan blog dan mulai menulis di blog.


Pada saat Trained of training Ibu Penggerak tanggal 5-7 November 2021 kuberkenalan dengan mba Chichi dari Kumpulan Emak Blogger. Darinya kubelajar mengenai dunia blog meskipun aku belum nyemplung 100 %. 


Memang sudah banyak tulisan yang kubuat di blog akan tetapi belum banyak orang yang mampir untuk membaca. Hal ini menjadi pertanyaan besar buatku hingga akhirnya aku ikut Zoominar Jumat Pintar yang merupakan program rutin dari sidinacorp.com  yaitu mengenai blogger oleh Mba Tanti Amelia yang kemudian membuatku konsultasi secara pribadi dengan beliau yang merekomendasikan untuk konsultasi juga dengan mba Alaika Abdullah. 


Pelatihan Peningkatan Kapasitas Menulis 

Pada tanggal 13 Juni 2024 di WhatsApp grup sidinacorp.com ada pengumuman mengenai dibukanya seleksi calon peserta Pelatihan Peningkatan Kapasitas Penulisan untuk Komunitas yang diselenggarakan oleh Biro Kerja Sana dan Hubungan Masyarakat (BKHM) kemdikbud.go.id dalam rangka mewujudkan semangat keberlanjutan Merdeka Belajar. 


Kuberanikan diri untuk mengikuti seleksi dengan mengisi form pendaftaran dengan data diri dan karya tulisan di blog yaitu : https://www.agunghandayani.com/2024/06/gebyar-karya-p5-sdn-srengseng-sawah-07.html .


Hari pengumuman pun datang juga yaitu tanggal 27 Juni 2024. Ada 40 peserta yang lolos ikut pelatihan dimana ada 119 yang mendaftar ikut seleksi. Alhamdulillah namaku tertera di lembar pengumuman resmi dari BKHM kemdikbud.go.id . Kabar bahagia ini tak lupa kuberitahukan kepada suami dan anakku. 


  • Pelatihan Hari Pertama

Rabu, 3 Juli 2024 dengan menaiki kereta KRL menuju stasiun Cawang dimana sudah menunggu seorang ibu yang memiliki empat jagoan yaitu mba Mila Fitriana yang menemaniku menuju hotel Santika Premiere di Slipi Jakarta Pusat. Alhamdulillah sudah banyak teman yang hadir dan kami pun bersantap siang di restoran hotel. 



Pukul 14:00 acara pelatihan pun dimulai yang dibuka oleh ketua Panitia yaitu Bapak Anandes Langguana yang melaporkan mengenai tujuan diadakan pelatihan penulisan dan jumlah anggota komunitas mitra kemendikbudristek yang sudah lolos seleksi dan hadir di acara ini. 



Sambutan pertama oleh Bapak Anang Ristanto, Plh Kepala BKHM kemendikbudristek yang mengungkapkan rasa terimakasih kepada panitia, narasumber dan para peserta pelatihan yang berasal dari beberapa wilayah di Indonesia, sekaligus membuka acara pelatihan. Beliau mengharapkan kepada semua peserta pelatihan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya dan dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, mengembangkan keterampilan menulis yang lebih baik dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas. 

Harapan lainnya adalah dapat meningkat juga kualitas pendidikan melalui pengembangan keterampilan menulis, menulis yang efektif dalam upaya mendukung program pendidikan yaitu merdeka belajar yang berkelanjutan melalui konten maupun tulisan yang kreatif dan menarik.


Bapak Anang juga menyampaikan bahwa tujuan dari pelatihan ini adalah : untuk meningkatkan kemampuan menulis karena menulis adalah keterampilan dasar yang sangat penting dalam dunia pendidikan dan kemampuan menulis yang baik tidak hanya membantu dalam menyampaikan informasi dan juga pengetahuan tetapi juga dalam mengembangkan pemikiran kritis dan kreatif. 

Dalam konteks pendidikan, menulis mempunyai peran yang strategis yaitu dapat menginspirasi dan mengedukasi, memberikan dampak yang positif bagi perkembangan ilmu pengetahuan juga pembelajaran. 


Sambutan yang kedua mengenai Pembekalan komunitas mitra kemendikbudristek oleh Ibu Ainun Niswati, tenaga ahli staf khusus mendikbudristek bidang komunikasi dan media. Beliau menyampaikan hal mengenai pentingnya komunitas dalam mendukung dan mensosialisasikan kebijakan pemerintah dalam hal ini program Merdeka Belajar yang lahir karena mengingat filosofi dari Ki Hajar Dewantara yaitu belajar bisa dimana saja dan siapa saja bisa menjadi guru. Artinya anak - anak belajar tidak harus di sekolah yang bersifat pasif mendengarkan uraian dan penjelasan guru dengan duduk manis. Belajar bisa di luar sekolah bahkan di taman dan di rumah pun bisa menjadi tempat yang menyenangkan untuk menambah ilmu. Guru tidak harus yang mengajar di kelas dan sekolah tapi ketika kita berjumpa dengan orang yang ahli ataupun mempunyai kualifikasi di bidang tertentu dan kita mendapat ilmu darinya. 


Komunitas Merdeka Belajar ini diharapkan untuk lebih mensosialisasikan kepada masyarakat secara langsung tapi juga bisa melalui tulisan dan konten yang menarik dan kreatif serta mengedukasi dan informatif. Selain itu juga ada feedback dari komunitas yang dapat menjadi bahan masukan mengenai bagaimana kebijakan merdeka belajar ini di lapangan. Menutup sambutannya Ibu Ainun juga mengatakan mengenai ajaran dari Ali bin Abi Thalib yaitu : didiklah anakmu sesuai dengan jamannya.



Narasumber pertama di hari perdana pelatihan ini yaitu Ibu Budiana Indrastuti, Kepala UKK UI Publishing, yang mengambil tema : Teknik Menulis Karangan Khas ( Feature). 

Materi beliau daging banget yaitu membahas mengenai alasan menulis, berapa orang Indonesia yang membaca sebuah tulisan yang ternyata dari data UNESCO disebutkan bahwa dari 1000 orang hanya 1 saja yang membaca artinya kita harus bersaing memperebutkan satu orang pembaca ini. Wow 😱 


Lima cara jitu membuat Hook ( tidak panjang, relevan dengan pembaca, menarik, tidak dibuat-buat, konsisten dengan tujuan tulisan), 5W 1 H dan Copy the Master. 


  • Pelatihan Hari Kedua

Pagi hari setelah sarapan, pelatihan pun dimulai dengan narasumber bapak Dwi Santoso dari Kumparan. Beliau menyampaikan mengenai : Belajar Cepat Story telling. 

Saat ini jamannya media sosial. Jika dulu hanya ada media cetak dengan jurnalis sebagai penulis berita tapi di media sosial siapapun bisa menjadi penulis cerita karena di media sosial ini orang pengen cerita apa yang dia alami, apa yang akan dia lakukan, apa yang dia lihat. Kalau penulisan berita ada aturannya sedangan menulis di media sosial tidak ada aturannya asalkan tidak melanggar UU ITE.

Kita bahkan lebih cepat memahami buku cerita ataupun apa yang kita baca di media sosial dibandingkan tulisan di media cetak atau buku pelajaran sekalipun.

Media sosial ini dapat dimanfaatkan dengan baik asalkan dikemas dengan menarik.


Nah sebelum menulis supaya media sosial atau bahkan buku cerita kita itu menarik, perlu juga kita pelajari terlebih dahulu apa itu kerangka umum cerita dimana ada 3 yaitu :

📚 Introduksi misalnya pengenalan karakter

📚 Konflik mengenai masalah yang terjadi

📚 Konklusi solusi atau terjawabnya pertanyaan akhir dari masalah. Yang menarik adalah jika bagian akhir ini tidak diduga jawabannya atau diluar pemikiran, yang biasa kita sebut Twist.


Selain itu tulisan kita perlu menjaga pembaca untuk tetap ikut alur yang kita tulis karena merasa terikat dengan tulisan kita dan bagaimana membangun klimaks, pandai mengarahkan pesan ke hati atau rasa baru ke kepala atau logika.


Itulah materi daging dari Pak Dwi yang membuatku jadi mengerti kalau tulisan itu bisa dibuat story telling.


Materi kedua yaitu SEO disampaikan oleh Mas Radius Aryanto, CEO PT Ruang Henti Digital. Saat menjelaskan materi para peserta termasuk aku sekalian praktek membuat web. Jadi paham benar dari awal sampai menjadi sebuah blog yaitu https://akucarakamb.my.id

Wah Masya Allah banget dan bersyukur banget bisa ikut pelatihan ini terlebih saat rencana tindak lanjut oleh Bu Susi Sukaesih selaku founder Sidina Commuity menyuntikkan semangat kepada kami untuk menorehkan tulisan yang akan menjadi kenangan dan cerita buat anak cucu kita.



Semoga bermanfaat (AH)

















































Siang hari di saat matahari bersinar dengan garangnya, kulangkahkan kaki menuju taman sekolah dimana sudah banyak ibu ibu teman sekolah anakku berkumpul, menunggu saat anak anak pulang sekolah.

Sambil menikmati rujak tanpa sambal sungguh terasa asamnya mangga yang masih terlihat berwarna kuning muda diselingi gelak tawa dan obrolan ringan hingga keluhan.

“Sebel aku! Anakku sekarang pada ngeluh pelajaran susah.” Keluh seorang ibu berbaju kuning yang biasa dipanggil Enyak.

“Sama ih. Mana buku paketnya tebal dan anak harus memahami. Udah aku ngurusin adiknya dua orang, pekerjaan rumah banyak eh ditambah lagi ditanya pelajaran yang aku aja susah memahami. Kelas 1 saja sesusah ini. Mending kukasih hp tak suruh tanya di google.’ cerita Bu Karim yang sedang menggendong anaknya yang masih bayi.

“Iya nih kurikulum merdeka katanya enak, anak naik kelas meski tidak bisa juga, untuk apa susah-susah belajar kalau dijamin naik kelas. Enak dulu ya anak-anak pinter beneran, mau belajar karena banyak pr, bukunya juga tidak susah, tidak ada praktek-praktek yang nambah biaya yang P5 itu lho” Timpal Bu Hata yang bibirnya manyun hingga bisa dikucir.

“Kita nyuruh anak baca buku nah pada tidak mau masa kita paksa untuk membaca. Dah susah memang apalagi harus memahami soal-soal. Wis pusing aku!” Keluh Bu Dasa.

“Ibu ibu wah seru banget ngobrolnya, yuk makan dulu rujaknya yang mengundang untuk dihabiskan nih,” ujarku sambil meraih sepotong mangga yang sudah jelas keasamannya. 

“Bu kita ini hidup di jaman serba teknologi dan digital, jaman sudah berubah nah begitupun pendidikan untuk anak. Kalau masih seperti dulu wah anak kita akan tergilas jaman dan tidak kuat bersaing dalam persaingan global. Anak kita di masa depan tak lagi bersaing dengan teman sekelas, sekelurahan atau nasional tapi sudah sedunia.” 

“Program merdeka belajar ini mengacu pada filosofi dari Ki Hajar Dewantara yang pembelajaran berpusat ke anak. Anak itu bebas belajar tak hanya di dalam kelas dan pasif saja tapi bisa juga di taman, di manapun bisa menjadi tempat belajarnya. Bahkan di rumah pun bisa menjadi tempat belajar anak secara tidak langsung. Belajar yang merdeka itu bukan berarti bebas untuk tidak belajar dan merdekanya anak dalam belajar itu dengan bermain dimana anak itu saat bermain tidak pernah main - main.” kuhela nafas sambil melihat ibu ibu karena takut ada yang tidak suka dengan uraianku. 

Ketika kulihat pada antusias mendengarkan jadi kulanjutkan.

“Ibu memberi kemerdekaan anak dengan memberinya gadget tanpa batasan. Anak anak merdeka nih Bu dalam bergawai. Tapi apakah anak - anak menjadi lebih paham dengan apa yang dia baca di gawai? Bandingkan jika ibu ajak anak membaca , ajak anak cerita dari buku yang dibaca, ajak anak eksplor kebisaannya. Ajak anak untuk mengenal apa itu sapu apa itu tempat cuci piring dan apa itu garam. Dari hal kecil itu sudah menjadi pembelajaran yang berharga bagi anak dalam menghadapi pelajaran di sekolahnya lho”. 

"Anak - anak semua naik kelas itu kebijakan sekolah yang pasti juga hasil rapat seluruh guru. Nilai anak tidak hanya dalam hal angka berbalut prestasi akademik tapi juga karakter anak, keaktifan anak di sekolah apakah ikut ektra kurikuler atau aktif berkegiatan di sekolah.  Jika anak suka bolos, di sekolah suka melakukan perundungan kepada temannya ataupun berani kepada guru, kemungkinan anak itu tidak naik kelas kalaupun naik kelas bisa jadi anak tersebut dalam masa percobaan misalnya 3 bulan." 

"Kadang kita yang menjadi orang tua anak kelas 1 ketakutan anaknya belum bisa baca, tulis, hitung tapi di rumah tidak kita bersamai, tidak didampingi, sama sekali tidak di stimulasi motorik dan kognitif nya karena menganggap sudah sekolah maka lepas hak kita mengajari anak. Itulah kesalahan yang sering terjadi ibu-ibu. Kita dampingi anak belajar, tidak banyak kok waktunya misalnya 15-20 menit cukup untuk menstimulasi motorik tangan untuk menulis atau membaca dengan nyaring sambil diskusi dengan anak mengenai buku yang sudah dibaca, bahkan saat kita ajak anak untuk memasak itu sudah belajar matematika."

"Peran kita sebagai orang tua dalam Kurikulum Merdeka ini memang lebih besar Bu, tapi bukankah memang itu sudah menjadi tugas kita sebagai seorang ibu yang menjadi madrasah pertama bagi anak - anaknya." 

Ibu - ibu mulai manggut - manggut.

“Jadi maksudnya merdeka belajar itu bukan anak bebas tidak belajar tho. Misalnya tidak belajar  tetap naik kelas tapi ya tetap anakku bisa jadi tidak paham selamanya ya. Bahkan tidak bisa melalui jalur prestasi saat PPDB. Wah aku mau dampingi anakku belajar ah mulai sekarang. Aku pengen anakku naik kelas tak sekedar naik tapi memang karena dia pantas dan berhak naik kelas.” Kata Bu Karim yang menggendong bayinya disambut anggukan ibu ibu lainnya. 

"Betul Bu."  Jawabku sambil tersenyum.

Kurikulum Merdeka

Banyak sebenarnya orang tua maupun masyarakat yang belum tau mengenai kurikulum merdeka ini karena pemahaman mereka berdasarkan "katanya" dan viralnya berita di media sosial. Keengganan untuk mencari informasi yang benar dari sumbernya menunjukkan literasi yang memang masih harus ditingkatkan lagi


Berdasarkan pengertian tersebut jelaslah akan tujuan kurikulum merdeka itu yaitu : mewujudkan pembelajaran siswa yang holistik dan kontekstual. Sehingga pembelajaran semakin bermanfaat dan bermakna bagi siswa, bukan hanya sekedar hafal materi saja. 

Jadi ingat bagaimana dulu saat sekolah menghafalkan nama menteri, GBHN, wilayah di Indonesia maupun dunia. Bahkan hafal sampai titik dan komanya 😁. Memang melekat sampai sekarang tapi pada kenyataannya tidak ditanyakan ketika melamar pekerjaan ataupun saat bekerja di ranah publik. Berbeda dengan anakku yang saat ini sekolahnya menerapkan kurikulum merdeka dimana tidak ada menghafal tapi memahami apa yang dia baca, apa yang dia tulis dan lebih kritis dalam penalaran serta berpikirnya.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) 

Dalam kurikulum merdeka ini salah satu karakteristiknya adalah pembelajaran berbasis projek melalui P5. Di kalangan orang tua terdengar desas desus bahwa dengan adanya P5 ini orang tua lebih ribet dan membutuhkan biaya lebih. Nah benarkah demikian? 

P5 atau projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila. 

Adapun dalam pelaksanaannya P5 ini ada beberapa tema yang bisa dipilih oleh sekolah yaitu :


Berdasarkan tema yang disebutkan dalam gambar tersebut maka untuk anak SD misalnya bisa memilih tema kearifan lokal yaitu mengenalkan kebudayaan daerah dimana sekolah tersebut berada, misalnya cara membuat makanan khas daerah jadi anak pun belajar mengenal peralatan dapur dan cara membaca resep serta mengolah makanan. 

Selain itu tema gaya hidup berkelanjutan bisa dilakukan sesuai jenjang pendidikan misalnya untuk anak SD kelas 1 yaitu bagaimana cara menanam dan merawat tanaman sebagai upaya untuk reboisasi dan mencegah banjir serta penghijauan. 

Jadi tidak harus dengan biaya mahal untuk projek P5 ini. Tapi bagaimana dengan P5 ini anak mempunyai 6 karakter yang harus dimiliki siswa sesuai dengan 6 dimensi profil pelajar Pancasila:

Jadi itulah pentingnya kita itu sebagai seorang ibu atau orang tua untuk terus belajar dan mengenal apa itu program merdeka belajar , kurikulum merdeka dan projek P5 itu sebenarnya karena tak kenal maka tak akan paham. 

Sebagai ibu kita adalah madrasah pertama bagi anak kita, jadi kita pun harus terus belajar dan tidak ketinggalan informasi serta mencari informasi langsung dari sumbernya supaya tidak termakan hoax yang akan merugikan diri dan anak kita.

Jadilah orangtua yang mendampingi anak belajar dengan hati, mendengarkan anak dengan hati dan pemelajar sejati.

Semangat ya ibu - ibu.. semoga bermanfaat (AH)

Referensi: 

Materi PIP batch 15 Sidinacorp.com - Kurikulum Merdeka, Anbk, Literasi Numerasi

https://pusatinformasi.kolaborasi.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/4941568885913-Tentang-Kurikulum-Merdeka 

https://pusatinformasi.kolaborasi.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/8747598052121-Mengenal-Projek-Penguatan-Profil-Pelajar-Pancasila 

https://itjen.kemdikbud.go.id/web/profil-pelajar-pancasila-menggali-makna-manfaat-dan-implementasinya/










 

Gebyar Karya P5 di SDN Srengseng Sawah 07 Srengseng Sawah Jagakarsa 

P5 yaitu Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila.  

Sedangkan tema yang  biasa diusung salah satunya yaitu kearifan lokal. Untuk sekolah di Jakarta akan mengangkat budaya Jakarta bertujuan membangun rasa ingin tahu  peserta didik mengenai kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat Jakarta atau Betawi dan juga mengetahui perkembangan akan kebudayaan tersebut.

Selain itu kemdikbudristek mengharapkan adanya tema tersebut dalam kegiatan p5 agar peserta didik dapat mengetahui dan belajar mengapa masyarakat Jakarta berkembang, bagaimana sejarahnya, apa nilai dan konsep dibalik kesenian daerah Betawi, aneka ragam makanan dan minuman tradisional Betawi, sehingga diharapkan peserta didik dapat mengambil nilai - nilai luhur apa yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan mereka. 

Gebyar Karya P5 SDN Srengseng Sawah 07 Srengseng Sawah Jagakarsa 

SDN Srengseng Sawah 07 Srengseng Sawah Jagakarsa, pada tanggal 14 Juni 2024 menyelenggarakan Gebyar Karya P5 yang mengusung tema Kearifan Lokal yaitu kebudayaan Jakarta atau Betawi. 

Peserta Gebyar Karya ini adalah kelas 1 dan 4 yang sudah menerapkan kurikulum merdeka. 

Adapun kegiatannya ada dua yaitu pentas seni yang menyajikan kesenian Betawi dan market day mengenai makanan dan minuman khas Betawi dimana kelas 1 dan kelas 4 disediakan booth untuk menggelar dagangan mereka. 

Menurut Bapak Asep Nurdaman, S.Pd, yang merupakan ketua panitia, acara ini terselenggara berkat kerjasama yang baik antara pihak sekolah, peserta didik dan orangtua peserta didik.  Beliau menyampaikan supaya anak anak dapat memahami kebudayaan Betawi melalui kesenian dan makanan khas.  Mengetahui juga mengenai proses pembuatan salah satu makanan yang akan dipresentasikan saat pentas seni. 

Pembukaan Gelar Karya P5 


Kedua host acara ini yaitu Ibu Regi Mirdinawati dan Ibu Pocut Khairizhannisa membuka acara pentas seni dengan semangat. Ketika anak anak diminta untuk menggaungkan yel yel SDN Srengseng Sawah 07 yaitu beriman dan bertaqwa, niat belajar untuk meraih cita-cita yes yes sangat terasa semangatnya. Terlebih ketika menyanyikan lagu Pelajar Pancasila.


Tak kalah bersemangat juga saat Lagu Indonesia Raya dikumandangkan dengan penuh khidmat yang dipimpin oleh Ibu Sri selaku dirigen, dimana para hadirin yaitu Guru, peserta didik dan orangtua berdiri dengan tegap.

Sambutan dan Pembukaan oleh Kepala Sekolah 

Kepala Sekolah : Ibu Siti Syaroh, S.Pd.

Dalam sambutannya Ibu Kepala Sekolah yaitu Ibu Hj. Siti Syaroh, S.Pd. mengharapkan orang tua memberikan ruang kepada anak untuk berkembang baik itu kognitif maupun literasinya dalam hal ini adalah literasi Numerasi.  

Literasi Numerasi di Gebyar Karya ini dapat dipelajari anak saat :

1. Bertransaksi jual beli yaitu pembeli menyebutkan berapa yang dibeli, penjual menghitung berapa total belanja dan berapa kembaliannya.

2. Saat membuat bahan makanan. Resep bahan bahan dan bagaimana langkah dalam membuatnya serta waktu yang dibutuhkan dalam proses memasak.

3. Menentukan harga jual.

4. Menghitung langkah dan jarak dengan teman sekelompok saat di atas panggung ketika pentas.

Jadi Ibu Kepala Sekolah berharap anak anak menjadi mandiri, berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. 

Dalam sambutannya Ibu Siti Syaroh, S.Pd juga mengungkapkan kebanggaannya kepada murid kelas 5 yaitu Qotrunnada yang berhasil mengharumkan nama sekolah sampai tingkat provinsi dan akan berlaga di tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah mengembangkan bakat anak untuk lebih berkembang dan mengharapkan anak anak lainnya juga dapat berproses dan berkembang untuk tergali juga bakat dan minatnya.

Selanjutnya Ibu Kepala Sekolah pun membuka Gebyar Karya P5 dengan disambut tepuk tangan dari para hadirin yang hadir menyaksikan pentas dan market day.

Pentas Seni 

Kesenian Betawi atau Jakarta yang diusung ke atas panggung ternyata beragam yang menunjukkan kekayaan budaya di negara ini. 

Kelas 1 dan kelas 4 menampilkan kesenian yang mampu memukau penonton serta menambah khasanah akan budaya Jakarta. 


Tari Sirih Kuning,  topeng Betawi, tari Ondel - ondel, tari Jali-jali, tari Sim-sim, Palang pintu, peragaan busana, permainan Wak Wak Gung dan masih banyak lagi tarian dari Jakarta yang ditampilkan. Selain itu juga presentasi anak anak mengenai makanan khas Betawi dari resep dan cara membuatnya. 

Anak - anak yang menampilkan tarian, menari dengan lincah dan memukau para hadirin. 

Demikian juga saat presentasi makanan khas Betawi yang menambah pengetahuan peserta didik bahkan orangtua yang hadir. 

Penampilan peragaan busana baju khas Betawi yaitu encim, papin dengan cukin dan peci, pengantin Betawi, serta Koko atau kaus putih dan celana Boim menjadi ilmu baru buat para hadirin.  

Palang pintu yang merupakan tradisi yang menjadi bagian dari upacara pernikahan masyarakat Betawi yang menggabungkan seni bela diri dengan seni sastra pantun, ditampilkan dengan sangat bagus oleh peserta didik Kelas 1  dimana selain berbalas pantun juga  disertai atraksi silat, dengan diiringi musik rebana dan kecrekan yang dimainkan oleh anak-anak. 

Market Day


Selesai acara pentas, transaksi jual beli pun dibuka. Anak anak dan orangtua yang hadir diperbolehkan untuk mengunjungi stand yang ada dan boleh melakukan transaksi jual beli  

Banyak makanan yang dijual di berbagai stand makanan khas Betawi ada nasi uduk Betawi, asinan, roti buaya, klepon, es Selendang Mayang, kue cucur, bir pletok, kembang goyang dan masih banyak lagi.


Selain itu makanan dan minuman lain pun tersedia yaitu : salad buah, risoles, puding, dimsum, es kuwut, es Milo, es kopyor, es teh, es cendol dan masih banyak lagi.

Alhamdulillah semua stand menyatakan bahwa dagangannya laris manis, anak anak pun senang karena jualannya banyak yang membeli. 

***

Semoga dengan adanya Gebyar Karya P5 ini menambah perbendaharaan kosakata dan khasanah keilmuan anak akan kebudayaan Jakarta dan peserta didik menjadi pelajar sepanjang hayat yang berkompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai dengan kaidah Pancasila. (AH)

Referensi: 

https://pusatinformasi.kolaborasi.kemdikbud.go.id/hc/en-us/articles/8747598052121-Mengenal-Projek-Penguatan-Profil-Pelajar-Pancasila 

Foto : dokumen pribadi




Bermainnya adalah belajarnya 

Berawal dari rasa penasaran tentang program merdeka belajar menggiringku untuk mengenal lebih jauh apa itu Merdeka Belajar, Kurikulum Merdeka dan bagaimana aku berperan untuk anakku yang waktu itu mau masuk jenjang SD.

Akhirnya banyak membaca, bergabung menjadi member komunitas Sidina Commuity, mengikuti pelatihan fasilitator Ibu Penggerak menjadi lebih paham akan peranku sebagai ibu dalam mendampingi anakku untuk belajarnya.

Alhamdulillah di sekolahnya sudah menerapkan kurikulum merdeka dan wali kelasnya juga sangat kooperatif sehingga orangtua dapat berkonsultasi untuk mengetahui perkembangan anak anak di sekolah dan bagaimana mendampinginya saat belajar.

MATERI PEMBELAJARAN 

Anakku masih kelas 1 SD artinya mengalami transisi dari TK ke Sekolah dasar. Untuk itu saat peralihan ini anak belum bisa sepenuhnya menyerap pelajaran dalam hal ini masih kurang dalam pemahaman.

Contohnya mengenai soal cerita dalam matematika maupun bacaan dalam buku. 

"Dunia anak adalah bermain dan merdekanya anak dalam belajar yaitu melalui bermain". Jadi bagaimana anak dapat memahami materi pelajaran itulah menjadi tugasku dan peranku mendampinginya belajar dan berproses tanpa melihat hasilnya terlebih dahulu. 

Aku pun mempelajari kembali materi - materi pelajaran anakku. Memikirkan bagaimana materi dapat dipahami anak dengan lebih baik.

BELAJAR MELALUI BERMAIN 

Menyadari bahwa masih dalam masa transisi dari TK ke SD serta menyadari bahwa anak saat bermain itu tidak pernah main - main dan bermainnya itu adalah belajarnya, maka saat mendampingi anakku belajar aku menjelaskan apa yang dia kurang paham dengan memggunakan media permainan. 

1. Untuk memahami bacaan kuajak anakku membaca nyaring atau bermain kuis kata dan kalimat hal ini akan memperkaya kosakata dan pemahaman bahasa yang lebih baik dengan menenangkan.

2. Seringkali anakku masih kurang memahami soal dalam matematika jadi aku membuat permainan dengan Lego misalnya untuk menghitung panjang suatu benda, dengan jengkal, dengan langkah untuk menghitung jarak, membuat timbangan dari gantungan baju untuk mengetahui berat dan ringan, juga bermain science dengan metode STrEAM. 

3. Pertambahan dan pengurangan juga kulakukan dengan bermain. Baik menggunakan aparatus maupun melalui hitungan dengan menggunakan jari dan cara hitung dengan media kertas. Bermain ular tangga, dan Donal bebek ikut meramaikan permainan kami.

4. Story telling, bermain puzzle juga coding ikut menyertai saat mendampingi anakku belajar.

Itulah merdeka belajar yang kulakukan dalam mendampingi anak belajar.

MENEMUKAN TONGKAT MUSA

Aku seorang ibu rumah tangga yang menyadari peran sebagai ibu yang merupakan pemelajar sejati karena yakinku adalah sebelum anakku belajar maka aku dulu yang harus belajar.  Mendampingi anak untuk belajar yang merdeka yang berarti bukan bebas dari belajar tapi bagaimana anak dapat memahami dan menerima pelajaran dengan cara menyenangkan.

Seringkali kegiatan yang kulakukan ku posting di story WhatsApp. Kemudian aku mengusulkan di lingkungan untuk.mengajak anak membaca dan  bermain STrEAM meskipun ku sadar buku buku yang kumiliki masih terbatas. 

Alhamdulillah sambutan dan respon positif membuat kegiatan berjalan selama setahun. Sempat berhenti karena mudik dan ujian sekolah. Kemudian ada tetangga yang meminta anaknya untuk diajari dengan metode yang biasa kulakukan dengan anakku.

Alhamdulillah dua orang tetangga memberikan kesibukan baru buatku dengan menjadi guru les untuk anaknya. 

Itulah tongkat Musa yang kutemukan setelah menerapkan merdeka belajar dimana menjadi guru les sebagai ladang pencaharian untuk membantu perekonomian keluarga. (AH)







Bank BRI yang merupakan salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di negeri ini. Sebagai lembaga keuangan yang terpercaya dengan bergerak menjadi Pahlawan UMKM ini juga tidak ketinggalan jaman dengan selalu berinovasi sesuai dengan perkembangan jaman. 

Di era digitalisasi ini maka BRI yang awal berdiri di Purwokerto pada tanggal 16 Desember 1895 ini juga memberikan kemudahan kepada masyarakat dengan adanya Digitalisasi BRI dengan aplikasi berbentuk mobile banking yang bernama : BRImo.

Bank BRI yang berslogan BRI untuk Indonesia ini sangat memperhatikan kepuasan dan kecepatan dalam memberikan pelayanan kepada nasabah dan masyarakat dengan adanya BRImo.

Apakah BRImo itu?

BRImo adalah : Aplikasi keuangan Digital Bank BRI terbaru berbasis data internet yang memberikan kemudahan bagi nasabah maupun non nasabah BRI untuk dapat bertransaksi dengan User Interface dan User Experience terbaru, fitur login face recognition, login fingerprint, top up gopay, pembayaran QR dan fitur-fitur menarik lainnya, dengan pilihan Source of Fund/ sumber dana setiap transaksi dapat menggunakan rekening Giro/ Tabungan. (Sumber : BRI.co.id) 

Berbagai kemudahan yang dapat nasabah dan masyarakat dapatkan dengan mendownload BRImo ini yaitu:  (Sumber : BRI.co.id) 

1. BRImo sebagai penyegaran tampilan dengan mengedepankan kemudahan dan kenyamanan dalam bertransaksi.

2. Fitur Lengkap dari seluruh channel di ATM, Internet Banking BRI Web, SMS Banking dan Internet Banking BRI Mobile serta akan memperluas kerja sama dengan biller-biller agregator untuk menjawab kebutuhan nasabah dalam bertransaksi.

3. Membuka Rekening.  Calon nasabah BRI dapat membuka rekening melalui aplikasi BRI Mobile BRImo dengan meng-upload data diri serta mengirimkan video sebagai bentuk Know Your Customer (KYC) dalam pembentukan rekening. Dengan membuka rekening melalui BRImo, nasabah juga akan teregistrasi Brimo dengan fasilitas finansial. 

4. Nasabah baru dan nasabah eksiting yang belum teregistrasi internet banking BRI dapat melakukan registrasi internet banking dengan fasilitas financial melalui aplikasi BRImo. Sistem Bank BRI Indonesia Internet Banking ini terintegrasi dengan baik, registrasi internet banking ini cukup dilakukan melalui aplikasi BRImo tanpa harus ke unit kerja BRI.

5. Personal Financial Management (PFM) untuk membantu nasabah dalam menginformasikan jumlah pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan selama bertransaksi menggunakan channel BRI. 

6. Fitur fast menu ini digunakan untuk menyasar pengguna yang sudah nyaman dengan Mobile Banking berbasis SMS. Fitur ini juga dilengkapi dengan adanya quick balance dimana nasabah dapat mengetahui saldo rekening utama dengan cara singkat. 

Aplikasi BRImo ini dapat kita download melalui playstore tapi harap menggunakan internet yang aman untuk keamanan dan kenyamanan saat bertransaksi internet banking dengan menggunakan mobile banking terbaru dari BRI yang merupakan bentuk Digitalisasi BRI ini ya.  

Siapkan juga data pribadi termasuk  KTP untuk lebih memudahkan saat pengisian jika belum mempunyai akun. Setelah selesai maka akan mendapat kode verifikasi melalui SMS. Kemudian buat password. Setelah itu kita dapat login untuk mulai berselancar dan bertransaksi di BRImo. 

BRImo Festival 

Sumber : foto dari @bankbri_id 

Saat ini dalam rangka ulang tahun ke 128 BRI mengadakan BRImo festival dan poinnya dapat kita cek juga melalui BRImo.  Banyak hadiah menarik di BRImo festival ini salah satunya mobil listrik . Wah makin menarik ya selain itu kita dipermudah juga dengan menukar poin melalui BRImo.  

Cara menambah poinnya pun sangat mudah yaitu melalui transaksi dan menabung di BRImo. 

Sumber : foto dari @bankbri_id
 

Pusat Bantuan Via BRImo 

Jika kita membutuhkan bantuan saat menghadapi kendala ataupun terjadi mengalami gangguan bertransaksi, selain dengan menghubungi call center BRI 1500017 atau melalui Sabrina di 0812 -12-14017, bisa juga lho melalui Pusat Bantuan via BRImo. Selain sebagai pusat bantuan kita juga bisa bertanya juga mengenai produk, kantor BRI, lokasi BRI link, dan promo bahkan bisa juga mengenai mutasi rekening.

Bank BRI sesuai dengan misinya ya yaitu untuk memberikan pelayanan prima kepada nasabah dan masyarakat memang sesuai kalau BRI untuk Indonesia dengan adanya Digitalisasi BRI ini maka Bank BRI akan tetap menjadi Bank terdepan dan terbesar di Indonesia. (AH)  


Sumber : BRI.co.id

Foto : @bankbri_id








Menjadi seorang ibu rumah tangga adalah cita citaku setelah kandasnya mimpi masuk perguruan tinggi yang berikatan dinas jika menjadi mahasiswanya. Bukanku memupus asa ataupun menutup pintu buat hadirnya cita cita yang lebih elegan dipandangan orang untuk kureguk akan tetapi kumenganggap menjadi ibu rumah tangga itu profesi yang tidak semua wanita mampu menjalaninya.

Akhirnya setelah berkutat enam belas tahun dalam riuh rendah dunia kerja, mimpiku menjadi ibu rumah tangga pun terwujud. Nyinyiran, sindiran, kasihan, dan menyayangkan keputusan yang kubuatpun berdatangan tanpa permisi dan salam. 

Awalnya aku santai tapi semakin lama meningkat sindiran yang membuatku akhirnya membuat story di media sosial : Cumlaudeku untuk anakku. 

Diam.. hening.. 1 hari, 1 minggu dan sampai sekarang Alhamdulillah serangan berhentj. Capek mungkin larena yamg diserang santai dan elegan membalasnya wkwkw.

Tak terasa hampir delapan tahun menjalankan peran sebagai ibu rumah tangga. Ternyata memanglah berat dibandingkan saat bekerja di ranah publik. Ibu rumah tangga yang diremehkan, dipandang sebelah mata padahal tak semua orang bisa dan mampu menjalankan profesi ini. 

Bangga menjadi ibu rumah tangga yang bisa produktif, berbagj peran demgan anggota keluarga,  hingga membuatku terjun ke berbagai komunitas untuk meyakinkan diri benar tidak sih ibu rumah tangga bisa berdaya dan bahagia meskipun di tengah tugas domestik dan membersamai suami dan anak?

Jawabannya BISA

Keharuan menyeruak ketika melihat galeri dan deretan sertifikat terpajang. Bukan mengejar materi tapi bahagia ternyata ibu rumah tangga bisa berdaya..  airmata menganak sungai bukan karena lara tapi keharuan yang sangat ketika anak menjadi lebih mandiri, gentle membawakan belanjaan meskipun berat, bercerita bahagianya bersekolah dan bermain bersama. 

Teririmg perubahanku dari yang biasa di belakang layar menjadi fasilitator dan mampu bicara di depan umum tampa perlu bolak balik kamar mandi,  takut pelajaran mengarang  tapi sekarang terjun ke dunia menarikan pena yang merangkai untaian kata.

Terimakasih wahai diriku, Jazaakillahu Khairan katsiro ❤️, berubahlah menjadi lebih baik dan sholehah bukan buat siapapun tapi buatmu, ikhlaslah tanpa tapi jalankan peranmu. 

Ku yang terharu tanpa kata 🥰 

#writober2023
#haru
#RBMJakarta
#IbuProfesional


Festival Ibu Penggerak Sidina Community hadir kembali. Berbeda dengan tahun sebelumnya, untuk 2023 ini aku ikut terlibat sebagai panitia. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 September 2023 ini mengambil tema : Berproses Menjadi Wanita Sehat, Cerdas dan Berdaya dengan Semangat Merdeka Belajar. 



Pukul 06:00 wib aku dan beberapa teman panitia termasuk Founder Sidina Community yaitu Ibu Susi Sukaesih, berangkat menuju Gedung D Kemdikbud Ristek RI di Senayan. Kami bertujuh berangkat dengan menggunakan moda transportasi taxi Blue Bird. Wuih bangga dong karena Blue Bird menjadi partner transportasi resmi Festival Ibu Penggerak 2023. 



Festival Ibu Penggerak Sidina Community 2023

Sesampainya di Gedung D Kemdikbud Ristek RI, taksi berhenti dan driver membantu menurunkan tas kami. Terimakasih Pak 😊.

Menuju lantai dua Gedung D yaitu aula auditorium yang menjadi tempat diselenggarakannya acara Festival Ibu Penggerak 2023 kami segera mengambil posisi masing-masing sesuai jobdesk. Aku menuju meja regristasi mempersiapkan absen, snack, air mineral, bolpoin dan kertas supaya memudahkan saat para peserta hadir. Satu per satu ibu-ibu hadir dengan senyum sumringah dan mulai regristasi kemudian masuk ke Ruang Auditorium. 

Pukul 08:30 terdengar pemutaran video Sidina Community dan Video Count Down Opening yang menandai dimulainya acara Festival Ibu Penggerak 2023. MC cantik Sri Rahayu memulai acara dengan mengajak hadirin untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa bersama. kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Susi Sukaesih, Founder Sidina Community, mengenai tiga tahun Sidina community dan impact bagi para ibu, keluarga dan masyarakat.



Acara dilanjutkan dengan pemutaran video tapping oleh Bapak Nadiem Anwar Makarim B.A., M.B.A. MendikbudRistek yang mengapresiasi adanya Ibu Penggerak yang sangat membantu dalam memasyarakatkan program dan kebijakan KemdikbudRistek. Setelah itu Bapak Ir. Budi Gunadi Sadikin, CHFC, CLU, Menteri kesehatan RI mengutarakan mengenai peran komunitas dalam mewujudkan keluarga yang sehat.

Ibu I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si yang lebih dikenal dengan nama Ibu Bintang Puspayoga, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia dalam videonya mengambil tema : Gerakan Ibu Penggerak dalam Pemberdayaan Perempuan. Ternyata Ibu penggerak pun merupakan upaya membedayakan perempuan di Indonesia. Dilanjutkan video tapping oleh Bapak Anang Ristanto, S.E, M.A, Kepala BKHM, menjelaskan tentang betapa pentingnya peran komunitas orang tua dalam Merdeka Belajar. Selanjutnya Apresiasi dari Founder Jabar Bergerak yaitu Ibu Dr. Hj. Atalia Praratya, S.IP., M.I.Kom yang lebih akrab disapa Ibu Cinta. Beliau sangat mengapresiasi dengan adanya Ibu Penggerak ini. Para peserta yang merupakan Ibu-Ibu Penggerak Sidina Community semakin bangga dengan tergabungnya mereka ke dalam Ibu Penggerak yang bergerak bersama untuk Pendidikan Indonesia yang lebih maju.

Pemaparan Materi FIP 



Untuk Festival Ibu Penggerak yang kedua kalinya diadakan ini memang istimewa selain jumlah peserta lebih banyak dari tahun lalu yaitu 300 peserta  yang terdiri dari member Sidina Community, Community partner, Sponsor dan media partner, juga narasumber yang lebih banyak dan kompeten dibidangnya. Adapun Pemateri atau Narasumber tersebut adalah :

1. Bapak Drs. Zulfikri Anas, M.Ed., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran BSKAP Kemdikbudristek, yang memaparkan materi dengan judul : Makna Merdeka Belajar di Rumah. Beliau menyampaikan materi dengan santai tapi sangat mengena ke ibu - ibu yang merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya dan yang membersamai dan mendidik ananda.

2. Ibu Bandoro Chariesta, MX B2B Key Account Manager : Goverment dan BUMN, beliau menjelaskan kepada peserta FIP dengan ramah mengenai Ibu Berdaya di Era Pendidikan Digital. Jadi makin paham bahwa kita sebagai ibu pun dapat berdaya lho di era digital saat ini.

3. Ibu Ainun Chomsun, Tim Staff Khusus Mendikbudristek bidang Komunikasi, turut menjelaskan mengenai apa saja sih peran komunitas orang tua dalam Merdeka Belajar. Jadi bukan hanya sekolah, tenaga pendidik dan siswa saja yang berperan.

4. Vini S dan Luthfi Ibrahim dari PINGU'S English turut memberikan edukasi kepada peserta Festival Ibu Penggerak bahwa ibu ibu juga dapat menjadi ibu yang cerdas di era globalisasi ini jadi jangan hanya beranggapan bahwa ibu hanya di rumah dianggap tidak cerdas.

5. Vena Annisa, public speaker, memberikan materi yang bagus buat ibu - ibu yang biasanya grogi saat berbicara di depan umum maka tema : Seni Berbicara di Depan Umum beserta tips nya menjadi materi yang minta penambahan waktu hehe.

6. Ibu Rusprita Putri Utami, Kepala Puspeka Kemdikbudristek, mengutarakan apa saja peran Puspeka dalam pendidikan keluarga. Penguatan karakter juga sebaiknya ditanamkan dari keluarga.

Talkshow

Seperti FIP yang pertama dimana talkshow menjadi acara yang ditunggu oleh peserta, maka tahun ini pun ada dua sesi talkshow, yaitu :

1. Gerakan Ibu Penggerak dalam Merdeka Belajar dan Launching Buku "Berproses Menjadi Wanita Cerdas" dimoderatori oleh Nurhadijah Putri yang menemani dua narasumber cantik yaitu Isthi Budi Setiawati (co-founder Sidina Community) dan Virginia Velin (wakil kornas Sidina Community). Saat launching buku, moderator juga meminta perwakilan para penulis yang ikut berkontribusi dalam penulisan buku yaitu Agung Handayani, Yuliantini Yuwono, Bhekti Setya Ningrum.

2. Berproses Menjadi Wanita Sehat, Cerdas dan Berdaya dalam Kerangka Merdeka Belajar, dimoderatori oleh Bhekti Setya Ningrum yang menemani berbincang tiga narasumber yaitu : Suci Hendrina (Head of CSR and Corporate Communication), Sarah Aspih (Marketing Manager Lumileds Phillips Automatic), Leny Vinisah ( Fasilitator Ibu Penggerak). Mereka berbincang mengenai pengalaman dan bagaimana untuk berproses menjadi wanita yang sehat, cerdas juga berdaya.

Hiburan dan Kuis Ranking 1 

Salah satu fasilitator ibu penggerak yang bernama Qatrinnadya ternyata mempunyai bakat untuk stand up comedy dan pernah ikut dalam lomba stand up di sebuah tv swasta tanah air. Ternyata memang beliau berbakat dan berhasil memecah ruangan dengan tawa dan tepuk tangan para peserta yang melihat aksinya. 

Kuis Ranking 1 menjadi acara yang ditunggu oleh para peserta karena hadiahnya adalah 1 buah Chrome Book dari Samsung. Namun sayangnya hasil akhir dari kuis ini adalah seri sehingga diputuskan untuk hadiah tersebut dilakukan secara pengundian melalui aplikasi dengan menginput nomer absen peserta.

Mardiah Syahidah lah yang akhirnya membawa pulang hadiah keren tersebut. Tapi kehebohan masihlah terjadi karena pembagian doorprize dan pemberian apresiasi kepada peserta yang sangat antusias hadir di Gedung D kemdikbudristek RI. 

Acara ditutup dengan foto bersama dan juga pembagian Goodie Bag. Alhamdulillah para peserta puas dan bahagia. Terimakasih teman-teman Sidina Community.

Taksi Bluebird



FIP tahun ini juga menjadi berbeda dengan digandengnya Blue Bird Grup menjadi partner transportasi resmi Festival Ibu Penggerak. Taksi yang sejak tahun 1972 mulai beroperasi di ibukota dan bertahan sampai saat ini karena selalu berinovasi dan menyesuaikan dengan perkembangan jaman.

Saat hendak pulang kumulai memesan taksi blue bird melalui aplikasi mybluebird. Alhamdulillah taksi yang kupesan pun tiba. ternyata cepet ya .. hal ini karena taksi ini selalu mangkal di tempat yang strategis dan cepat dalam pelayanan. Armada yang banyak sehingga memudahkan para penumpang untuk memanggil saat taksi melintas di jalan raya.

Driver yang ramah, mobil yang lega dan nyaman menyambutku ketika kubuka pintu taksi. Mobilpun berjalan membelah jalanan ibukota yang mulai padat. 

Sistem pembayaranpun juga memudahkan para penumpang. Selain tunai, juga bisa melalui Qris, Gopay dan menerima voucher taksi yang diterbitkan oleh Blue Bird. Wah semakin memanjakan para penumpang nih.

Alhamdulillah sampai rumah dengan selamat. Terimakasih Blue Bird. Terimakasih Festival Ibu Penggerak.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Author

Author
Pembelajar yang suka tantangan, tapi agak takut mengambil resiko. Suka bertualang, terutama dengan anak lelaki kesayangan, dan menuliskannya ke dalam tulisan. Read more about me at "About Me" on the menu.

SUBSCRIBE & FOLLOW

POPULAR POSTS

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan
  • Pejuang 2 Garis
  • Mobil Balon
  • Saldo Rindu yang Minus
  • Kabar dari Solo
  • Perjalanan Syukurku di 2021
  • BRImo Sebagai Bentuk Layanan dan Digitalisasi Bank BRI
Diberdayakan oleh Blogger

Laporkan Penyalahgunaan

  • Oktober 20251
  • Oktober 20241
  • Agustus 20241
  • Juli 20243
  • Juni 20242
  • November 20231
  • Oktober 20231
  • September 20231
  • Agustus 20232
  • Mei 202315
  • Maret 20231
  • Oktober 20221
  • September 20221
  • Agustus 20229
  • Juli 20222
  • Juni 20229
  • Mei 20229
  • April 20228
  • Maret 202213
  • Februari 202211
  • Januari 202219
  • Desember 20211
  • November 20218
  • Oktober 202113
  • September 202115
  • Agustus 202110
  • Juli 202113
  • Mei 202114
  • April 202127
  • Maret 202112

Trending Articles

  • Tarawih hari Pertama
  • Review Buku Khadijah
  • Jadul resepnya milenial rasanya
  • Berkelana dalam Lautan Ilmu Penulisan

Copyright © Foodicious Theme. Designed by OddThemes